Belajar Konsistensi dari Seth Godin

Juni 16, 2016 § Tinggalkan komentar

Sumber : Google

Sumber : Google

Setiap kali gue melihat profil seseorang atau mendengar presentasi dan ceramahnya atau membaca tulisannya maka hal pertama yang gue lakukan adalah mencari blog orang tersebut. Gue percaya bahwa kualitas seseorang dapat dilihat dari kualitas tulisannya. Itulah mengapa gue sangat menyayangkan jika mendapati orang-orang hebat tanpa keberadaan blog atau website sebagai etalase ide mereka.

Kemarin sore gue iseng-iseng blog surfing ke beberapa alamat yang sudah jarang dikunjungi. Ada blognya Goenawan Mohamad, Ustad Hamid Fahmi Zarkasy, Dan Ariely hingga blog miliknya Seth Godin. Sebenernya gue agak ragu buat berkunjung ke blog yang gue sebutin terakhir karena firewall internet kantor sempat secara anarkis dan tanpa konfirmasi dulu (lah, siapa gue?) memblokir blog tersebut. Jangan tanya alasan pemblokiran yang dilakukan. Sejatinya blog milik Seth Godin tidak mengajak orang bergabung dengan ISIS. Tidak berisi barang-barang jualan onlen. Juga tidak ikut memberikan opini terkait kericuhan penutupan warung makan di serang. Catet itu ya wahai kalian Divisi IT kantor gue!.

Sudah pernah tahu Seth Godin?

Gue pertama kali mengenal pria berkepala plontos ini melalui videonya di TED dengan judul ‘How to Get Ideas to Spread’. Videonya menarik dan masih menjadi salah satu favorit gue bersama dengan video milik Dan Ariely dan Sir Ken Robinson. Dalam presentasinya ia memaparkan bagaimana ide dapat tersebar dan mengklasifikasikan tipe-tipe orang berdasarkan kemampuan mereka menyebarkan dan menerima ide.

Selain melalui video, gue juga mendapati Seth Godin sebagai seorang bloger. Blognya banyak berisi tentang trik-trik marketing, organisasi, serta petuah-petuah kehidupan yang dikemas dengan bahasa singkat dan sederhana.

Setelah puluhan kali mampir ke blognya gue baru sadar bahwa ada hal unik yang ia coba kemukakan. Seth Godin sangat rajin memutakhirkan (update) blog yang ia asuh. Sepanjang pengetahuan Aliando, ia adalah salah satu bloger yang mengisi blognya hampir setiap hari.

Setiap hari?

Iya. Setiap hari.

Tiada satu hari pun ia lewatkan tanpa meramaikan blognya dengan konten. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak awal blognya bergulir, sekitar tahun 2002. Sebuah aktifitas yang bahkan lebih sulit daripada menunggu nobita naik kelas. Emezing.

Memang, artikel yang dihasilkan sebagian besar berupa mini post alias tulisan-tulisan pendek. Tapi mini post yang berarti dan memiliki impak yang besar jauh lebih heits dibandingkan tulisan gue yang panjang sampe mars namun sering kali nir makna.

Mungkin Kalian bisa bilang ‘ah, kalo tulisan pendek kayak gitu mah gue juga bisa’. Nyinyir-an tersebut persis dengan para pelaut yang menghina Colombus sepulangnya ia dari berkelana menemukan amerika.

Atau berseru ‘ah gue kan sibuk. Mana mungkin bisa ngeblog sebanyak itu’.

Ketahuilah wahai kawan, Seth Godin itu bukan seorang bloger an sich. Ia juga entrepreneur, marketer, penulis hingga public speaker. Lha sampeyan itu apa? Bloger sekaligus Batman yang tiap malem kudu keliling Gotham City buat membasmi Joker, Penguin dan konco konconya?.

Alesan sebenar-benarnya mengapa kita, yang mendaku diri sebagai bloger, tidak bisa rajin nge-blog dan meninggalkan tulisan adalah karena kita miskin pengalaman dan ide. Seth Godin tidak sekedar ‘rajin’ menulis karena kalo sekedar rajin kita bisa menemukan ratusan blog abal-abal yang isinya copy-paste blas. Selain rajin, ia pun memikirkan konten yang sesuai dengan kapasitasnya. Istilah temen gue blognya memiliki niche-nya sendiri.

Seth Godin bisa dengan luwes membagi ide-idenya lewat blog, menurut gue, disebabkan juga oleh blog yang ia asuh bukan blog berbayar. Sehingga ia bisa tetap mempertahankan idealismenya dalam menulis tanpa takut ide-ide tersebut dipasung atau diarahkan oleh pihak sponsor.

Gue mencoba membandingkan blog Seth Godin dengan blog personal lainnya

Seth Godin bisa menjadi contoh yang baik perihal konsistensinya dalam menulis. Gue mencoba membandingkan konsistensi tersebut dengan para bloger Indonesia. Ternyata hasilnya cukup mencengangkan. Misalnya saja blog Enda Nasution yang diklaim sebagai ‘bapak bloger Indonesia’. Tahun ini blog tersebut baru menggulirkan dua buah tulisan. Belum lagi jika menyebut nama bloger Ndoro Kakung atau Raditya dika yang digadang-gadang sebagai kiblat para bloger ternyata tidak mampu menghasilkan tulisan yang konsisten.

Sejauh ini blog personal, yang berhasil radar gue tangkep, yang menunjukkan kekonsistenan dalam menulis adalah blog asuhan Bapak Rinaldi Munir, Sang Dosen Teknik Elektro ITB itu. Belio acap kali mengulas berbagai hal dalam blognya meskipun memang tidak serajin Seth Godin.

Konsistensi adalah suatu bentuk sikap yang paling sulit dijalankan oleh umat manusia. Berapa banyak sih orang yang semangat di awal namun layu di tengah perjalanan. Tidak cuma masalah tulis-menulis. Tapi dalam banyak hal lainnya.

Konsisten dalam menulis seperti yang dilakukan oleh Seth Godin adalah contoh sikap yang wajib ditiru jika kita ingin terus menyebarkan ide kita lewat tulisan. Tidak mudah memang. Tapi Seth Godin menunjukkan bahwa ia bisa. Ia juga mengajarkan bahwa impak dari sebuah tulisan tidak melulu dipengaruhi jumlah kata namun lebih kepada isi.

Jika penasaran silahkan kunjungi blog belio di link yang sudah gue sertakan di atas.

Jika tidak penasaran maka kalian pasti tidak punya kapasitas menjadi ilmuwan. Bye.

Favorit 2014

Desember 24, 2014 § Tinggalkan komentar

Well,

Beberapa hari lagi tahun 2014 akan berakhir. Banyak hal terjadi sepanjang tahun ini baik skala lokal maupun internasional, berita suka maupun duka. Bencana terjadi dimana-mana. Bukan hanya karena alam seperti Polar Vortex di Amerika namun juga bencana berupa kecelakaan mulai dari hilangnya pesawat Malaysia airlines hingga tenggelamnya kapal feri milik korea selatan. Kilas balik 2014 juga menyajikan gempita kala Jerman berhasil mengalahkan Argentina di Final Piala Dunia.

Untuk skala domestik, 2014 bisa jadi adalah tahun ‘disintegrasi’ bangsa akibat ‘perang’ yang digencarkan selama pemilihan umum, pemilihan presiden hingga saat sang pemimpin bangsa telah terpilih.

Secara pribadi, 2014 adalah tahun yang penuh dengan kejutan. Di awal tahun, berita duka datang menghampiri. Jagoan pertama dalam hidup gue wafat di subuh hari tanggal 21 Januari. Selang 3 bulan kemudian gue menikahi seorang wanita asli sunda dan di tahun yang sama kami tengah menanti kelahiran sang buah hati.

Untuk menapaktilasi segenap peristiwa dan apa saja yang berhasil mencuri perhatian selama 2014, Seth Godin yang kemudian digaungkan kembali oleh bloger Roni Yuzirman, menuliskan hal-hal yang menjadi favorit di tahun ini. Gue juga ingin berpartisipasi untuk melakukan hal yang sama.

Musik Tulus masih menjadi favorit seusai album barunya ‘Gajah’ dirilis. lantunan ‘Jangan Cintai Aku Apa Adanya’ menjadi tembang favorit di album tersebut. Kehadiran Tulus seakan membawa sebuah warna baru dalam musik popular. Liriknya yang kuat juga menjadi daya magis penyanyi bernama lengkap Muhammad Tulus ini.

tulus

Buku History of Arabs berhasil mengelaborasi semua pengetahuan tentang sejarah bangsa arab,Islam dan perkembangannya. Meskipun ada beberapa buku yang cukup bagus seperti History of Mankind Arnold J Toynbee atau Great Bait Al Hikmah, Sejarah Arab tetap layak mendapatkan kredit buku favorit 2014.

Film ‘Secret Life of Walter Mitty’ menyajikan banyak sekali pelajaran dalam kisahnya. Film ini berutur bahwa jangan terjebak dalam rutinitas yang menjemukan. Sekali-sekali lakukan hal-hal tak biasa yang bisa membuka cakrawala pemikiran kita

Akun Twitter Di antara sekian banyak akun twiter yang memiliki konten bagus dan menarik, pilihan gue jatuh pada Ragil Nugroho, aktifis kiri yang kerap kali mencuri perhatian netizen. Twit-twitnya berupa kritikan yang cerdas dibalut dengan humor dan cerita Jawa. Mirip Sudjiwo Tedjo.

AKun Facebook Akun Facebook favorit adalah Tarli Nugroho. Nama keduanya memang mirip. Tarli Nugroho banyak mengkritisi kebijakan pemerintah dengan penjabaran akademis yang apik. Banyak informasi yang dapat diperoleh dari status-status facebooknya.

Situs 1cak banyak memberikan meme-meme menghibur yang sangat efektif untuk mengusir semua kepenatan kerja. Banyak yang garing tapi tidak sedikit yang menghasilkan meme-meme yang sangat lucu.

Momen Momen terbaik dan terfavorit tahun ini berupa rangkaian proses menikahi istri. Mulai dari perkenalan, bertemu calon mertua hingga akad nikah. Semuanya terekam baik dalam tiga bulan proses. Selain itu, momen saat sang calon bayi menendang dan memukul dinding rahim istri juga tak akan terlewatkan. Keduanya adalah cuplikan momen terbaik sepanjang tahun.

Berita Berita internasional favorit di 2014 adalah agresi Israel ke Gaza. Israel terakhir kali melakukan invasi ke Gaza pada 2012. Korban tewas dari pihak sipil mencapai ribuan orang. Berita baiknya adalah Uni Eropa mencabut label ‘teroris’ ke HAMAS.

Bloger Sejak awal 2014, gue menikmati tulisan-tulisan yang dimuat dalam blog Himsa. Kumpulan cerpen yang nangkring di blognya ditulis dengan cukup baik. Cerpen tersebut akhirnya dibukukan dengan judul ‘Ephemera’.

Makanan/Minuman Semur telur buatan istri masih menjadi favorit sepanjang tahun ini. Semur tersebut sangat mirip dengan yang biasa disediakan oleh ibu di rumah.

Sosok Ken Robinson sejauh ini penuh inspirasi. Videonya di TED dengan judul ‘School kills creativity’ paling banyak ditonton. Sosok lainnya yang juga pantas mendapatkan kredit di tahun 2014 adalh Gilad Atzmon, seorang yahudi yang vokal menolak agresi militer israel ke Gaza.

Aplikasi Duolingo sempat mencuri perhatian di awal hingga pertengahan tahun 2014. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk mempelajari bahasa asing dengan metoda yang relatif tidak biasa. Di akhir 2014, Nike Running menjadi favorit sejak gue doyan joging guna mengurangi lemak yang ada di perut.

Sumber
Gambar Tulus

Origin stories

Mei 5, 2014 § Tinggalkan komentar

The Grateful Dead had their breakthrough at Ken Kesey’s acid test parties.

Superman was raised by George and Martha Kent.

Hewlett Packard started in a garage.

We hear origin stories all the time. They’re magnetic enough that we write books and make movies about them.

Here’s the thing: The only thing they have in common is that they are all different.

You can’t reverse engineer success by researching origin stories. You can’t follow the same path as those you admire and expect you’ll end up in the same place.

Everything worthwhile has an origin, but those origins aren’t the reason that they are worthwhile. (Seth Godin, Origin Stories)

****

Sepakat. Gue sangat sepakat dengan tulisan singkat di atas. Seolah mengerti dengan apa yang selama ini menggema di otak gue, Seth Godin meresonansikannya menjadi sebuah tulisan yang padat dan berisi.

Sejak beberapa waktu yang lalu, gue selalu memikirkan hal yang sama tentang sebuah kesuksesan. Apakah kesuksesan seseorang bisa terulang pada orang lain? Apakah sukses itu berupa rima yang berpola? Selama ini para pakar terlalu sibuk mengumpulkan kisah orang-orang yang mengubah wajah dunia untuk diformulasikan menjadi pattern atau pola-pola yang diharapkan mampu memberikan motivasi dan sugesti bagi orang lain guna mengikuti kesuksesan yang sama.

Tercerita Steve Jobs, Bill Gates, Zuckerberg adalah para midas teknologi yang berhasil membangun kerajaan bisnisnya setelah ‘resign’ dari bangku kuliah. Gates dan Jobs malah menjadikan garasi sebagai cikal bakal Apple dan Microsoft. Terinspirasi, banyak yang kemudian percaya bahwa untuk meraih kejayaan serupa maka lulus kuliah dengan IPK 3,5 adalah sebuah ‘aib’ dan menutup celah untuk mengikuti langkah para jenius Sillicon Valley.

Kemudian orang-orang berbondong-bondong menjadikan pola hidup orang-orang panutan sebagai acuan guna meraih kesuksesan. Iya, gue percaya bahwa sejarah itu berulang. Tapi repetisi itu sifatnya acak dan tidak bisa diprediksi.

Menurut gue, tidak ada pola spesifik yang bisa mendefinisikan kesuksesan, kebahagian, kepedihan yang dialami oleh manusia di alam semesta. Pola yang ada hanya memberikan guratan kecendrungan yang bisa jadi berulang bisa jadi juga sangat berbeda. Semua peristiwa yang terjadi adalah kumpulan fragmen yang sifatnya tidak bisa diprediksi. Jadi tidak mesti duduk di bawah pohon apel untuk bisa menemukan filosofi gravitasi atau sengaja berdiam diri di dalam bak mandi demi sebuah frasa “eureka”.

Kesimpulannya, jika kita ingin melangkah, lakukan saja. Either it is good or bad, it’s not a big matter. Tidak perlu harus terpaku pada cerita yang sudah-sudah. Tapi bukan berarti kita tidak menyarikan kegagalan-kegagalan dan kesuksesan para pendahulu; bukan pula antisipasi kegagalan atau mengikuti rekam jejak kesuksesan akan secara mutlak memberikan hasil yang sama.

Everything worthwhile has an origin, but those origins aren’t the reason that they are worthwhile. You can’t follow the same path as those you admire and expect you’ll end up in the same place.

N1 Pre-Unboxing Experiences

Desember 4, 2013 § Tinggalkan komentar

N1 Pre-Unboxing Experiences

N1 Pre-Unboxing Experiences

Lomba blog #AkudanOPPON1 telah usai saat gue menyadari bahwa tulisan yang gue sertakan dalam lomba itu belum mampu menggoyahkan iman juri untuk menjadikan gue sebagai pemenang. Mengapa oh mengapa Tuhan bukan aku yang menang? Ingin rasanya ku berlari ke hutan dan berteriak di pantai.

Di tengah ketermenungan, notifikasi email gue menyala. “Wah, ternyata surel dari OPPO. Kenapa mereka tetiba mengirimkan gue email?. Apakah mereka baru menyadari bahwa tulisan gue yang seharusnya menang dalam lomba itu?. Pasti ada konspirasi dunia di balik semua ini”. Pikiran gue mengawang-awang tak karuan. Lalu gue merencanakan misi balas dendam dengan meretas sistem keamanan OPPO seperti yang dilakukan para anonymous dengan topeng Guy Fawkes-nya. Sesaat gue menyadari bahwa gue mengalami delusi akut.

Dengan rasa percaya diri, gue membuka email tersebut. Melalui emailnya, OPPO mengundang “orang-orang terpilih” untuk hadir di sebuah acara dengan tajuk “Pre-Unboxing OPPO N1 Experience”, sebuah acara pre-launching OPPO N1 dengan menghadirkan mereka yang mempunyai afiliasi terhadap OPPO mulai dari Ofans (OPPO user), kaskuser hingga peserta lomba blog #AkudanOPPON1 -termasuk gue di dalamnya-. Acara ini diadakan untuk memperkenalkan OPPO N1 dan berbagi sensasi serta pengalaman menggunakannya.

Menurut gue, langkah yang diambil oleh OPPO adalah sebuah teknik mass marketing yang baik dengan mengedepankan pembentukan opini yang kemudian akan tersebar lewat metoda “ketok-tular”, teknik marketing jadul dan paling efektif dengan memanfaatkan promosi dari mulut ke mulut melalui orang-orang yang mempunyai latar belakang jejaring sosial yang baik.

Seth Godin dalam sebuah video tentang marketing membagi tipe konsumen produk ke dalam 4 kelompok: Innovators, early adopters, early and late majority, laggards (Grafik di bawah). Masih menurut Seth, Mass marketing is how you convince the first and second terms in curve. Artinya adalah bagaimana sebuah produk dapat meyakinkan para Innovator dan Early adopter untuk menggunakannya dan jika beruntung, mereka akan menceritakan apa yang mereka dengar dan rasakan kepada orang-orang di bagian lain kurva hingga tersebar di keseluruhan kurva yang menggambarkan ketersebaran konsumen. Dan, menurut gue metoda inilah yang OPPO lakukan untuk mempromosikan OPPO N1.

Acara diadakan di FX lantai 7, berdekatan dengan theaternya JKT48. Acara dimulai dengan sambutan dari Pihak OPPO dilanjutkan dengan fortune cookiesnya nabila, melody dan kru JKT48 lainnya. Khayalan gue terlalu tinggi!.

Sambutan disampaikan oleh product brand manager, Bp Kevin, yang walaupun terbata namun perjuangannya untuk menyampaikan sambutan dalam Bahasa Indonesia patut diapresiasi. Acara berikutnya adalah sharing session dari salah seorang yang beruntung mendapatkan kesempatan menggunakan OPPO N1 versi beta dan menceritakan pengalamannya.

Bersama Bp Kevin

Momen yang paling penting dari acara tersebut adalah saat setiap peserta diberikan keleluasaan untuk mencoba unboxing OPPO N1. Kami seolah berperan sebagai pembeli baru yang mempunyai hak untuk mengotak atik hape anyar tersebut mulai dari membuka plastik dan segel hingga mencoba menjalankan aplikasinya. Wah kami senang bukan kepalang. Ada peserta yang tertawa menggelinjang, beberapa langsung kayang, tak sedikit yang langsung terbang, loncat dari lantai 7.

Setelah mengotak-atik dengan seksama serta dipandu penjelasan oleh panitia, gue menyimpulkan terdapat beberapa terobosan yang menurut gue menjadikan OPPO N1 berbeda dengan telepon seluler lainnya

1. Kamera

Seri “N” Oppo adalah tipe handphone yang kekuatannya ada pada kamera dengan resolusi 13 MP. Kamera OPPO N1 adalah kamera pertama dengan kemampuan berotasi hingga 206 derajat pada sumbu-x. Jika X2, Y2 adalah (2,6) dan X1,Y1 adalah (3,4), buatlah garis linier dari koordinat tersebut. *sigh*, Why you convert our discussion into holly mathematics? horrible. Ok skip!.

Dengan besaran sudut tersebut, kita bisa mengambil foto dari banyak posisi. Jangan khawatir, jika selama ini kalian hanya bisa berpose dengan bibir manyun dari sudut tertentu, dan leher lo sakit gegara menyesuaikan dengan posisi kamera handphone, OPPO menjawab jeritan hati kalian.

Hasil jepretan dengan kamera OPPO sangat jernih. Temen gue yang mempunyai sense of photography yang baik bener-bener kagum dengan hasil kamera OPPO.

Kekhawatiran terbesar dari konsumen ponsel ini adalah durability kamera yang digunakan dengan rotasi sedemikian rupa dapat mengalami penurunan kualitas. Berdasarkan klaim dari pihak OPPO, kamera tersebut sudah diuji hingga 100 ribu kali. Jadi jika lo photo-geek dengan level 40 kali jepret rata-rata per hari, maka jangan khawatir, lo bisa bernarsis ria hingga 7 tahun lamanya.

Kamera ini sungguh mensupport para narsiswan dan narsiswati. Di era media sosial yang memberikan ruang pada “exhibitonist” yang sering berbagi meme, foto diri via Instagram, Path dan Facebook, kebutuhan akan foto yang baik menjadi suatu domain yang penting. Itulah mengapa aplikasi photo editor berjamuran mulai dari Camera 360, Picsart, dan lain lain. Namun, dengan kamera OPPO N1, kamu ga perlu semua aplikasi itu. Cukup menggunakan mode “beauty” maka muka kalian bisa bersih dan mulus seperti Christian Soegiono. Tanpa perlu diedit, tanpa perlu Vase*ine (bukan blog berbayar)

Hasil Jepretan dengan mode "Beauty"

Hasil Jepretan dengan mode “Beauty”

Untuk mengaktifasi kamera pun dapat dilakukan dengan banyak shortcut. Bukan hanya “roma” saja yang bisa ditempuh dengan berbagai cara. Kamu bisa membuat motion lingkaran pada screen sebagai salah satu cara untuk mengaktifkan kamera.

2. Color OS

Color OS ini adalah operating system bawaan OPPO, turunan dari si robot hijau (android). Color OS membuat OPPO lebih apik terutama dengan fitur-fitur motion yang lebih banyak dan unik. Lo bisa menyalakan musik, hanya dengan membuat garis dengan dua jari pada saat black screen dan mengganti track lagu hanya dengan membuat goresan (swipe) “>” atau “<” untuk forward dan backward lagu tersebut. Canggih? Memang!. Bahkan Tony Stark dan Jarvisnya belum mampu membuat teknologi secanggih ini.

Saat menonton video, cukup dengan membuat motion dengan menggerakkan jari ke atas atau ke bawah pada layar, lo berarti memberikan instruksi untuk menaikkan/menurunkan volume dan atau kecerahan layar.

Motion yang disupport oleh perangkat lunak Color OS membuat handphone ini sangat customize-able. Selain gesture untuk mengganti track lagu, ia juga dilengkapi dengan fitur “Guess Mode”. Dengan mode ini kita bisa menjaga kerahasiaan file dan data yang disimpan di ponsel sehingga identitas kalian sebagai Power Ranger tidak terbongkar.

3. Desain

OPPO memiliki desain yang ramping dengan layar 5,9 inch, sangat menopang untuk kebutuhan display kamera, games dan juga nyaman untuk digenggam. Saat lo mulai memegangnya, lautan seakan berhenti menguap menolak menjadi awan dan awan pun enggan turun menjadi hujan. Ah, puitis dan lebay memang berbeda tipis.

Dengan warna putih glossy, membuat OPPO tampak gagah dan elegan. Desain yang unik tidak hanya diberikan oleh ponsel melainkan juga kotak (box) nya. Kotak tersebut terbuat dari bahan yang durable dengan bentuk persegi ramping dengan sudut melengkung pada setiap pojoknya.

OPPO N1

4. Baterai

Batere sungguh kritikal bagi pengguna handphone. Tidak salah jika kebutuhan manusia dewasa ini bukan lagi sandang, pangan dan papan melainkan sandan, pangan dan casan. Gue sering melihat orang-orang yang sibuk twit “mati lampu, huhuhu” saat aliran listrik di komplek perumahan mereka padam. Anehnya, mereka lebih memilih ngetwit dibandingkan menghubungi PLN. Logika yang sangat cerdas. Kondisi tersebut meyakinkan kita bahwa sebagian orang kehilangan daya nalarnya saat tidak ada listrik. No listrik, no casan. Yang artinya adalah tidak ada daya baterai.

Oleh karena itu, OPPO dibekali dengan batere 3500 mAH. Jadi kamu bisa mengaktifkan ponsel tersebut sambil menyalakan semua aplikasi dengan daya tahan baterai yang lebih lama.

5. O Click Control dan O Touch Panel

Dua fitur ini benar-benar menjadi terobosan untuk OPPO sebagai generasi baru handphone. O Touch Panel adalah sebuah teknologi untuk mengarahkan kursor lewat bagian belakang ponsel dengan luas area 12 cm kuadrat. Tim R n D OPPO terinspirasi dari trackpad laptop. Dengan adanya O Touch Panel, user bisa menggeser foto, scroll tanpa perlu menghalangi layar. Sebenarnya fitur ini tidak terlalu kritikal namun menjadi sebuah pembeda dengan handphone lain. Fitur yang bisa menjadi sebuah teknik positioning dan branding yang pas untuk OPPO guna meraih simpati masyarakat Indonesia.

Sementara O Click Control adalah teknologi nirkabel yang sedari awal difungsikan sebagai kendali pengambilan gambar kamera jarak jauh. Fitur ini memudahkan penggunanya untuk mengambil kamera dengan menggunakan koneksi Bluetooth. Jadi SAY NO! untuk timer.

Selain fungsi tersebut, O touch panel juga bisa digunakan sebagai “alarm” yang akan berbunyi jika jarak antara ponsel dan tombol ini berjauhan melebihi batas koneksi Bluetooth. “Om, om.. Hape aja pengennya deket-deketan. Masa Om ga!”.

Hi. My Name is Ollie :)

Hi. My Name is Ollie 🙂

Namun di balik kemewahan yang disiapkan oleh OPPO N1 hingga testernya menyebut ponsel ini sebagai genius phone, menurut gue peribadi masih terdapat kelemahan. OPPO menyediakan memori internal sebesar 16 GB. Sayang, memori ini tidak bisa diupgrade sehingga membatasi para gamer yang ingin memanfaatkannya untuk permainan-permainan yang memerlukan space memori cukup besar. Hal tersebut menjadi kritik saya terhadap keseluruhan OPPO N1.

Dina, Pemenang Doorprize

Selain itu, di tengah industri telepon seluler yang semakin gencar, OPPO harus terus gencar melakukan inovasi dan positioning produk untuk memberikan segmentasi agar produk mereka memiliki “kekhasan” tersendiri. Mengapa? Karena ponsel dengan fitur umum hanya akan ditelan oleh nama besar Samsung, Iphone dan Blackberry di kancah industri ponsel Indonesia.

6 Website Dengan Konten Bergizi

November 29, 2013 § Tinggalkan komentar

What’s happening on earth lately? Masihkah dokter-dokter melancarkan aksi mogok kerja selama sehari? Semoga tidak. Karena keberadaan mereka adalah secercah harapan bagi para pasien yang tergolek lemas di bangsal rumah sakit. Apakah aksi sadap-menyadap yang melibatkan Australia sudah usai? Apa kesimpulannya? Sebagai negara, Indonesia telah kehilangan supremasi? Mungkin iya. Kita bukan China, yang berani memboikot produk buatan Prancis saat pembawa obor Olimpiade mereka “dihadang” ketika hendak memasuki negerinya Zidane tersebut.

Forget those serious matter for a while. Gue  ingin berbagi informasi yang, menurut gue, penting terkait dengan aktifitas di dunia per-internet-an. Internet itu bukan cuma Googlenya Larry Page atau Facebooknya Marck Zuckerberg. Ia jauh lebih luas daripada dua website favorit tersebut. Ia memuat semua hal yang ingin kita ketahui.

Acapkali, saat membuka web-web dengan konten pengetahuan, kita dibuat terkagum kagum dan takjub terhadap luar biasanya perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. Era informasi yang memungkinkan kita membuka cakrawala dunia hanya dengan mengetikkan hal-hal yang ingin kita ketahui di web browser dan alakazam, it will direct you in a blink.

Gue pribadi memiliki beberapa situs favorit yang sangat bermanfaat menambah wawasan dan hal-hal baru yang ingin kita ketahui. Web yang akan gue share ini semuanya berasal dari luar negeri. Pada lain kesempatan gue akan coba berbagi web lokal yang layak untuk dikunjungi.

Berikut adalah 6 website favorit gue yang penuh dengan hidangan pengetahuan sesuai segmennya masing-masing. Gue ingin berbagi informasi biar kalian juga punya referensi kalo kalo bosen twiteran, cape ngeliat meme path, atau mentok kehabisan pose buat instagram.

 1. TED

Gue menempatkan website ini pada posisi pertama. Tentu bukan berisi cerita stensilan ala boneka beruang “TED” yang populer itu. TED adalah website yang berisi video-video tentang berbagai macam ide yang disampaikan oleh para ahli di bidangnya masing-masing. Psikologi, kesehatan, pendidikan, keuangan dan banyak hal lainnya terangkum dalam setiap cuplikan video yang berdurasi 5-20 menit. tedTED sendiri memilik tagline “World Spreading Ideas”. Beberapa ide tentang hal-hal yang viral di dunia juga banyak diulas dalam kumpulan videonya. Pembicaranya pun bukan orang biasa, mulai dari David Blaine, Anthony Robbins, Malcolm Gladwell hingga Bill Gates. Setelah menonton video-video yang ada di laman TED, lo akan mendapatkan pengetahuan yang luar biasa bermanfaat.

Komunitas TED juga tersebar tidak hanya di Amerika, mereka sudah menjamah banyak negara termasuk Indonesia. Denny Darko pernah menjadi salah satu pembicaranya.

 2. Visual infographic

how-much-does-it-cost-to-be-batman_51e5a08ea22f9_w1500

Pernah dengar Infographic (infografik)? Infographic adalah informasi atau berita yang termuat dalam bentuk grafik dan disajikan secara sederhana. Era pemberitaan dengan ulasan yang lengkap,paparan yang mendetail kini menghadapi tantangan dari informasi singkat namun dikemas dengan unik dan sangat informatif seperti tersaji dalam infografik.

Website ini menyajikan banyak informasi mulai dari yang penting hingga yang bersifat trivia. Dan tentunya, data yang disajikan pada grafik-grafik tersebut bukan sembarang, ia melewati kajian komprehensif sebelumnya. Seperti misalnya infografik dari batman di atas. Terkesan sepele dan lucu namun data di atas sungguh menyuguhkan informasi penting jika suatu waktu Bruce Wayne wafat  dan kalian ingin menjadi Batman Versi Baru. Ssst Indosiar sudah ada Batman versinya sendiri.

 3. Lifehack

Lo pasti sering mendapatkan tips-tips dari berbagai sumber di internet, bukan? Tips menghindar dari penagih hutang, tips tidur tanpa perlu bernapas dan lain-lain. Nah, di Lifehack kamu akan memperoleh berbagai tips yang bermanfaat dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini. Ngomong apa sih gue.

Lifehack berisi tips tentang teknologi seperti “How to back-up android devices”, pengembangan diri “5 tips to stay positive in negative situations” dan banyak lagi. Berapa banyak? ratusan. Lebih!

Tapi di sini lo ga akan nemuin tips fillet ikan atau tips menghindari bau ketiak. Silahkan tanya Chef Juna.

Situs ini terkesan biasa namun ternyata ia memuat ratusan tips-tips yang dekat dengan kehidupan kita. Tidak hanya memberikan tips namun juga nasihat dan quote-quote agar kita tetap bersemangat. Seperti quote dari Malcolm-X di bawah ini.

quote-Malcolm-X-a-man-who-stands-for-nothing-will-25342

 4. Truth or fiction

Pernah dengar kisah bagaimana Universitas Stanford berdiri? Cerita yang banyak tersebar di forum internet yang kemudian didengungkan oleh para pembicara seminar sebagi sebuah refleksi ketulusan orangtua yang tidak dihargai oleh Harvard.

Awalnya, gue termasuk yang percaya dengan cerita melankolis tersebut. Kisah yang mengetuk empati. Tapi beberapa waktu yang lalu gue tercerahkan setelah salah seorang di forum mengatakan bahwa cerita tersebut adalah fiksi. Dia menyarankan kami untuk membuka web ini guna meluruskan latar belakang berdirinya Stanford.

Cerita menarik lain dari situs ini adalah kisah Kevin Carter, seorang  fotografer yang mendapatkan potret seorang anak kelaparan di daerah rawan konflik, Sudan. Foto yang mengantarkan Kevin mendapatkan hadiah putlizer dan yang juga membuat ia depresi hingga bunuh diri. Apakah kisah ini benar terjadi? ada baiknya kalian membuka situs truth or fiction untuk keabsahan berita.

Selain kisah di atas, kita juga akan disuguhkan berbagai hal yang mungkin masih simpang siur kevalidannya. Dengan demikian kita tidak lagi terjebak dalam berita yang abu-abu dan tidak terseret arus Utama.

5. Dan Ariely and Seth Godin

Dua nama ini mungkin masih asing di telinga kalian. Gue pun pertama kali mengenal mereka lewat video TED dari rekomendasi seorang marketer handal. Mereka sangat narsis hingga webnya pun dinamai dengan nama mereka sendiri. Itu namanya self branding, bro. Oh gitu ya? Iya. Ok.

Dan menyajikan risetnya tentang “apakah kita bertindak atas kemuan kita sendiri”. Ia adalah seorang psikolog dan ekonom. Memaparkan hasil penelitiannya lewat TED dan kemudian termuat dalam buku “Predictably Irrational”. Webnya berisi tentang informasi seputar ekonomi praktis dan psikologi yang menarik. Ia juga memberikan kesempatan tanya jawab.

Seth Godin, pria berkepala plontos ini merupakan salah seorang marketer brilian. Ide-idenya sungguh jauh di luar kotak. Ia memberikan pemahaman tentang kreatifitas dalam marketing seperti kisah “Purple Cow”. Lalu ia juga memberikan gambaran tentang perilaku konsumen yang sangat menentukan  dalam penjualan.

seth godin

Dan adalah psikolog dan ekonom tangguh sementara Seth seorang marketer handal. Kedua web ini sangat cocok buat kalian para entrepreneur.

Web lain untuk para entrepreneur dan marketer adalah Businessinsider, Entrepreneur, dan Hubspot

6. Quora

Quora, web satu ini sedang naik daun. Pucuk pucuk pucuk (ala ulet di iklan teh). Gue mendapati google merekomendasikan “Quora” sebagai aplikasi layak download pada suatu waktu. Quora sangat simple. Berisi tentang orang-orang yang melempar pertanyaan ke forum sesuai dengan kesukaan mereka. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dijawab oleh orang dari seluruh dunia yang menjadi member quora. Sebuah jejaring social yang efektif dan menambah wawasan kita untuk berinteraksi dan memahami seperti apa orang di belahan bumi lain memandang sesuatu.

Quora sangat cocok buat kalian yang kepo maksimal. Kalian bisa bertanya tentang apa saja, dengan sebebas-bebasnya dan dalam tempo waktu sesingkat-singkatnya.

Contoh pertanyaan yang ada di quora baru-baru ini adalah

“What features do you wish facebook had?”

“What are some funny Google search querries?”

Dan banyak lagi pertanyaan bermutu lainnya. Jadi kalau kamu kepengen banget bertanya tentang kegalauan yang bergemuruh di dada, silahkan buka thread di Quora and ask them as you want. Yah paling-paling di’kick’ sama adminnya!.

Kalo menurut kalian, website apa lagi yang memiliki konten ‘bergizi’?

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with Seth Godin at I Think, I Read, I Write.

%d blogger menyukai ini: