pelan-pelan saja

Januari 21, 2010 § 2 Komentar

Aku ingin menjauh dari semua ini. Rehat dari segala penat. Sampai aku mampu untuk berdiri kembali bukan berlari tanpa arti. Mereka bertanya dan terus menerka apakah gerangan yang terjadi padaku. Aku pun tak tahu jawabannya. Semuanya berlalu begitu saja. “kamu terkesan menghindar belakangan ini” ujar mereka. Apa yang harus kuhindari, benarkah aku harus menjauhi. Aku bingung, terpuruk dalam noktah hitam yang semakin lama semakin mewarnai hati, gelap dan semakin pekat.

Bukan aku tidak mau kembali. Butuh waktu untuk bercermin kekurangan diri. Pun itu yang sebaiknya kalian lakukan. Bukan sekedar kata yang tak berteladan. Entah sampai kapan aku harus mundur teratur. Pelan-pelan saja, Kotak bernada dalam lirik lagunya. Mungkin itu yang sekarang aku coba. Mengamati keadaan dan melihat segala perubahan.

Ingin rasanya bibir ini berujar, bercerita kepada dunia tentang segala keluh kesah. Tapi, apa yang harus diucapkan, sebuah kekesalan yang tidak bertuan. Semakin lama semakin kusadari. Semakin lama semakin aku mengerti. Ada secercah jawaban dari segala persoalan. Benang merahnya adalah pada keterbukaan. Bisa jadi semua terjadi karena ketidakdewasaan menyikapi keluhan. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with penat at I Think, I Read, I Write.

%d blogger menyukai ini: