Mahalnya Sebuah Keadilan di Negeri ini

Desember 7, 2009 § 1 Komentar

Mahalnya sebuah keadilan di negeri ini, komentar inilah yang terucap tajam dari seorang prita mulyasari, seorang ibu rumah tangga yang harus menghadapi kenyataan bahwa hukum di negeri ini telah menunjukkan wajah aslinya, wajah asli yang penuh dengan lukisan ketidakadilan. Hanya karena mengirimkan sebuah surat elektronik kepada rekannya terkait dengan pelayanan yang kurang memuaskan dari RS OMNI internasional, ibu rumah tangga ini harus berurusan dengan pihak berwajib akibat curahan hatinya di dalam surat tersebut. Satu tahun lebih kasus ini tidak kunjung menemui titik terangnya. Bebas dari sanksi pidana, Prita mulyasari harus berurusan dengan sanksi perdata yang mengharuskan beliau membayar 204 juta rupiah kepada RS OMNI, dahsyat bukan!

Kasus ini menghadirkan ragam fenomena unik yang beririsan dengannya. Pada saat masa kampanye pemilihan presiden, hampir semua calon orang nomor satu di negeri ini menunjukkan simpatinya terhadap kasus yang menjerat Prita. Dukungan moral mengalir deras dari berbagai tokoh politik, bahkan presiden pun langsung turun tangan seolah-olah ingin menunjukkan kepada rakyat bahwa presiden kita peduli kepada rakyat kecil dan sudah selayaknya sosok presiden seperti ini harus dipertahankan. Tetapi apa?? Perlahan namun pasti satu per satu tokoh politik yang awalnya concern terhadap masalah ini perlahan-lahan mundur teratur. Tidak pernah lagi terdengar bahwa Prita kembali didukung oleh petinggi-petinggi politik itu. Absurd, memang. Tapi itulah kenyataan politik di negeri ini. Bahwa rakyat hanya memainkan peranan sentralnya selama masa kampanye, sebagai pihak-pihak polos yang coba diwarnai dengan segala jenis coretan kebohongan. Di saat Prita membutuhkan dukungan finansial karena harus membayar tuntutan perdata sebesar 204 juta tersebut tidak ada pihak yang berani bersuara, bisu terdiam kaku di singgasana kekuasannya masing-masing. Peduli apa sama rakyat. Memang tidak semua petinggi pemerintahan seperti itu, masih ada sosok yang peduli dengan rakyat dengan atau pun tanpa momen spesial dalam memberikan sebuah bentuk pertolongan. Sebut saja pak Fahmi Idris yang bersedia meringankan beban Prita dengan bersiap untuk membayar setengah dari biaya yang harus dibayar Prita kepada RS OMNI. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with pasha ungu at I Think, I Read, I Write.

%d blogger menyukai ini: