Islah di hati Islah dinanti

Agustus 28, 2010 § Tinggalkan komentar

Alhamdulillah… Pujian bagi Allah
Subhanallah…a a a a a a Maha Suci Allah

Harmonisasi suara yang belum padu diiringi dengan pukulan dup, alat musik sejenis rebana, mewarnai ceramah umum pagi itu. Mesjid IAIN menjadi saksi bagaimana 13 orang siswa kelas 1 SMA yang masih lugu dan lucu menjadi salah satu pengisi acara dan membawakan nasyid puji-pujian,. Pengennya sih tampil bak snada ato justice voice tapi taunya semua terjadi begitu cepat dan di luar ekspetasi. Untungnya sang vokalis punya suara yang lumayan, Glen Fredly gitu deh, yang laen mah ngeramein only. Pemaen dup pun keknya mukul tergantung emosi, yang penting bunyi… huhu. Overall, dengan persiapan seadanya penampilan tim nasyid tersebut cukup mendapatkan apresiasi, baik itu yang galau ngeliat tuh penampilan maupun yang menyadari adanya potensi artis dalam tubuh tim nasyid ini (hahaha, yang ini mah cuma ngayal)

Itulah kilas balik penampilan perdana ISLAH. Tim Nasyid SMA Negeri 3 Palembang yang fenomenal. ane lupa gan tanggal berdirinya, yang jelas dulu kita mah dikumpulin sama seorang senior yang kita sebut aj dengan panggilan K’Her. Waktu itu sih nasyid SMA lagi terpuruk, makanya ngeliat aura artis kita langsung aj K’Her ngumpulin anak2 Rohis yang masih junior buat bikin tim nasyid.
Rame banget anggota awal tim nasyid ini persis kek emak-emak mu Qosidahan, mana alat musiknya dup lagi yang mirip rebana, makin lengkap aj tuh persiapan ke pengajian ibu2. Ane lupa siapa aj personel awal Islah. Pokoknya siapa yang minat hayu gabung, masalah ga punya bakat nyanyi urusan belakangan toh masih ada personel buat gebukin dup, megang kibot (kicikan botol), penyemangat dan posisi ga penting lainnya…:)). Nama Islah pun diberikan oleh sang mentor K’Her. Islah yang berarti perdamaian. Beliau ingin bahwasanya kami menjadi pembawa nilai-nilai perdamaian dalam setiap penggalan nasyid yang kami sampaikan. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with justice voice at I Think, I Read, I Write.

%d blogger menyukai ini: