Gw Skeptis Sama Status

Maret 18, 2011 § 18 Komentar

Pernah denger istilah skeptis?

Dalam bahasa inggris digunain kata skeptic atau skeptical, artinya ragu-ragu atau curiga. Kata ini juga telah mengalami asimiliasi ke dalam bahasa indonesia dengan definisi yang sama.
Setiap kita pasti pernah ragu-ragu terhadap suatu hal hingga membuat kita sinis dan benci terhadap objek tersebut. Itu juga yang gw rasain sekarang. Gw lagi skeptis!!!

Gw lagi skeptis sama status. Gw skeptis sama orang-orang yang apdet status di facebook ataupun twitter yang sok-sokan bernada nasihat, berirama taubat, bersenandung anti maksiat tapi apa?? tapi ternyata status tersebut dibuat cuma demi mendapatkan perhatian dalam bentuk “jempol” atau dikomen dengan nasihat dan kata-kata mutiara balesan. Seolah status tersebut memang sengaja dibuat untuk menjaring perhatian orang lain sebanyak-banyaknya. Bentuk perhatian tersebut terjewantahkan dalam bentuk berapa banyak teman yang “like” dan memberikan tanggapan ke status tersebut.

Bukankah memang sebagian besar status yang diapdet di facebook dan jejaring sosia lainnya dalam bentuk kata-kata mutiara ataupun nasihat ditujukan untuk itu? untuk dianggap cerdas, tangkas, berwawasan luas.

Kenapa gw punya pikiran kek gini? ┬áseolah gw tau apa yang ada di benak para pencari “jempol” !! dan bukannya gw justru totally suudzon?

Sekali lagi gw bilang kalo gw lagi skeptis. Bagi gw, status seseorang yang berasal murni dari hati dan memang datang untuk memberikan informasi kebaikan bisa gw bedakan dari intuisi. Meskipun gw ga tau intuisi gw bener ato ga.. Gw yakin kok,, apa yang berasal dari hati pasti akan menyentuh hati. Ketika gw baca status “lenje” dan seolah minta dikuatin sama temen-temen di frenlist sambil bermanis-manis ria, hati gw ga bisa nerima meskipun substansi status tersbut berupa sbuah nasihat.

Biar gw terperangkap dalam dogma sketpis gw. Toh cuma gw yang bisa bedain mana status “klise” nan alay dan mana status pure tanpa embel-embel ngarep jempol ataupun komen. Biasanya mereka yang bikin status klise itu bakalan sebel kalo ga ada yang komen atau ngasih jempol ke statusnya. Pengalamaan pribadi gw juga bilang gt.

So, ga usah sok-sokan pasang status facebook atau ngetwit yang ngasih pencerahan deh kalo niatnya cuma pengen dianggap arif nan bijaksana. Daripada kita masuk neraka gara-gara riya. la wong ga pasang status kek gtu aj kita masuk neraka, masa beban neraka kita mau ditambah dengan status2 klise.

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with gw skeptis sama status at I Think, I Read, I Write.

%d blogger menyukai ini: