Celoteh Alby

November 24, 2015 § Tinggalkan komentar

20151024_063401Aloha.. *goyang pake hulahop*

Hai penghuni media sosial yang katanya taringnya lebih tajam daripada di dunia nyata. Perkenalkan namaku Alby, lengkapnya Alby Shofwan Moisani. Kita sudah pernah bertutur sapa saat ayah menulis kisahku untuk pertama kali di akhir bulan Januari. Januari memang bulan yang menyenangkan. Cuma Glenn Fredy yang kisahnya berakhir di Januari. Huft. Akhirnya setelah sekian lama, ayah memberikan kesempatan untukku menarasikan sendiri blog ini. Ya setidaknya sekarang aku menjadi orang pertama tunggal dalam cerita.

Tanggal 18 November kemarin tepat 10 bulan usiaku. Tidak kerasa aku udah 10 bulan aja. Perasaan baru kemarin siang aku berada di rumah sakit seusai persalinan. Sudah banyak hal yang terjadi selama perkenalanku dengan dunia. Mulai dari kisruh penghuni suriah, debat kusir pendukung dan haters Pak Presiden yang tiada berujung hingga perceraian Nassar-Muzdalifah. Ternyata dunia ini memang tidak selau seindah buaian bunda. Bujug, gaya ngomong gue tua banget.

Bukan tanpa sebab untuk saat ini aku menarasikan tulisan. Aku ingin belajar menulis sedari awal. Mana tau lama kelamaan level menulisku semakin nyinyir ala penulis mojok. Atau seimajinatif J.R.R Tolkien.

Jadi, sekarang aku sudah bisa melakukan banyak aktifitas. Tidak sekedar pok ame-ame seperti yang ayah ceritakan di blognya terdahulu. Btw, aku kesel dikait-kaitkan dengan spontanitas untuk pok ame-ame dalam segala hal. Padahal aku kan ga begitu. Kini aku jauh lebih lincah. Aku sudah bisa merangkak, berpindah dari satu titik ke titik lain dan juga sudah mulai belajar berdiri dan merambat. Ahh, aku memang jago.

Dih sombong

Heh, siapa yang bilang aku sombong?!. Belum pernah keselek Iphone 5?. Aku cuma memaparkan kebisaanku saat ini.

Aktifitas favoritku sebagai manusia berusia 10 bulan adalah makan dan berceloteh. Yes, aku seneng banget dengan aktifitas bernama makan. Tetiba aku bingung dengan orang-orang yang melakukan diet ketat atau aksi-aksi ekstrim semisal bulimia dan anoreksia. Padahal menurut data dari FAO, sepersembilan manusia di muka bumi ini tidak memiliki makanan yang cukup untuk memenuhi standar hidup sehat. What an irony.

Aku rasa keengganan mengkonsumsi makanan dipengaruhi oleh apa yang mereka pikir dan apa yang mereka ingin. Aku yakin anak-anak yang belum ‘disusupi‘ segala rupa pengaruh media dan cuap-cuap orang dewasa, pasti suka makan. Contohnya saja aku. Aku bisa makan banyak hal, hampir semua jenis makanan yang diberikan oleh bunda pasti kumakan dengan lahap. Mulai dari sayur sop, tahu, telor, ayam, hingga ekstra joss. Laki banget kan?. Tuh lihat aja foto di atas saat aku menjadi ganteng-ganteng serigala. Eh bukan, maksudnya aku lagi makan buah naga. Aku lucu, kan? Iya kan?.

Hobi keduaku adalah ngomong. Apa saja, kapan saja dan di mana saja aku bisa berceloteh. Ya, walapun kata-kata tersebut belum jelas dan ada artinya. Karena pada prosesnya berbicara itu didahului oleh mendengar maka aku sangat senang jika kata-kata yang masuk ke telingaku berupa bahasa yang baik, ucapan yang sopan, ujaran yang ramah. Aku seneng jika mendengar suara adzan. Bunda bilang aku bisa tiba-tiba diem dari yang mulanya ngoceh ngalor ngidur setiap saat aku mendengar adzan. Tapi aku lebih kagum dengan orang-orang asal Amerika Serikat. Mereka sejak kecil bisa ngomong dalam Bahasa inggris padahal tidak tinggal di Inggris. Sementara kita Orang Indonesia cuma bisa Bahasa Indonesia. Krik..krik.

Kicauanku sekarang semakin bervariasi. Walau belum bisa memanggil ‘ayah’ atau ‘bunda’ dengan benar tapi aku sudah berceracau ini itu sepanjang hari.

Kata Bunda aku tergolong sebagai super ultra-extremely active baby. Maksudnya aku termasuk bayi yang sangat aktif. Aku selalu bergerak. Tidak ada sedetik pun yang aku lewatkan tanpa memberdayakan otot-otot di sekitar tubuh. Mungkin aku seperti elektron valensi yang tidak stabil. Hiks, begini nih kalo punya orang tua yang lulusan sains kimia.

Sebenernya aku terlalu cepet bosen jadinya aku harus terus bergerak untuk menghilangkan segala kepenatan hidup. Cih.

Sudah tidak terhitung berapa kali aku jatuh atau kejedot. Kejedot sudah menjadi bagian dari hari-hariku. Jatuh dari kasur, sering. Jatuh dari baby walker tidak jarang. Cuma jatuh hati yang belum.

Di rumah aku punya banyak panggilan. Kakek dan nenek memanggilku ‘bule’ karena katanya kulitku putih mirip orang barat. Tanteku memanggilku ‘bele’ plesetan dari bule. Ayah memanggilku ‘bocil’ sementara ibu menyebutku dengan ‘kulby’. Arggh, mereka lupa kalo dua kambing dikorbanin buat ngasih nama ‘Alby’. KZL Anget.

Beberapa hari yang lalu aku menjadi sangat rewel. Badanku demem tinggi selama dua hari. Aku tidak seaktif biasanya. Jika aku tidak selincah seperti biasa pasti ada yang sedang tidak beres dengan kondisi tubuhku. Mulanya ayah dan bunda mengira gigi baruku akan tumbuh. Kesimpulan ini didapatkan setelah ayah-bunda berseluncur di dunia maya. Mereka lalu sibuk menyiapkan segala jenis benda yang bisa kugigit.

Dua hari setelah demam, timbul bercak-bercak merah di badanku. Setelah mencari tahu lebih jauh, muncullah spekulasi bahwa gejala tersebut adalah tanda-tanda roseola, sejenis penyakit yang menjangkiti bayi akibat pengaruh virus. Penyakit ini tidak berbahaya hanya menyebabkan demam pada anak. Alhamdulillah setelah beberapa hari istirahat aku sehat kembali. Terimakasih ibu peri.

Sepertinya sampai di sini dulu aku bercerita. Nanti kalo terlalu banyak ngomong aku bisa disadap oleh KPK. Terimakasih sudah membaca celoteh Alby di blog ini. Semoga ke depannya aku tetep bisa dinarasiin oleh ayah di blognya.

Dadah.. *goyang pake hulahop (lagi)*

Tagged: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Celoteh Alby at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: