Yang tak Berubah

Ada hal-hal yang tak berubah seiring menuanya usia bumi. Ia tetap bertahan dalam posisinya. Terkadang siklus kehidupan mengikis dimensi fisiknya namun secara makna ia rigid. Jauh lebih stabil daripada artis yang suka lepas-pasang jilbab. Idul fitri kemarin menjadi saksi bagaimana ‘kekekalan’ tersebut  berlaku. Bukan hanya termodinamika saja yang boleh memiliki hukum kekekalan. Beberapa hal ini juga ‘kekal’ setidaknya buat gue.

Selfie of the year

20140802_125424Dari tahun 2003, kekonyolan yang dibalut dengan rasa persahabatan yang lebih kental daripada kuah mie sedap kari ayam selalu menyelimuti pertemuan bersama teman-teman sekolah menengah atas. Katanya sih persahabatan tak mengenal usia. Tak perduli seberapa cepat waktu bergulir, segala kegilaan bersama sohib SMA adalah salah satu momen yang mengabadi. Bayangkan saja mulai dari hari-hari yang diisi wajah culun berseragam abu hingga sebagian sudah menikah dan membawa bayi, tingkah laku manusia-manusia pada gambar di atas tak berubah. Yang jayus tetap jayus. Yang heboh masih sama. Ya, karena bagi kami usia hanyalah angka angka yang berderet. Bertambahnya usia tak mengubah perilaku sosok yang pernah hadir setiap senin-jumat selama 3 tahun.

Selain momen bersama sahabat, kehangatan berkumpul bersama keluarga juga tak pernah berubah. Setiap tahun berkumpul bersama keluarga dalam momen idul fitri menjadi energi tersendiri untuk menapaktilasi kisah masa kecil, melihat tumbuh kembang keponakan dan canda-tawa renyah bersama ibu dan kakak-kakak diselingi tangis dan riuh rendah bocah-bocah yang bersautan.

Tahun ini kami tak bersama dengan ayah. Beliau selaku kepala keluarga yang senantiasa memimpin ‘seremoni’ idul fitri setiap tahunnya harus menghadap Allah terlebih dahulu. Kehadiran istri saya dalam keluarga besar kami semoga menjadi pelipur lara untuk menutupi kehilangan sosok sang jagoan pertama.

20140801_16141820140801_163640Keluarga dan sahabat adalah dua faktor yang menjadi magnet untuk selalu ingin kembali ke kampung halaman. Kehadiran mereka menjadi hawa dingin untuk menyejukkan teriknya Kota Palembang. Alhamdulillah gue ga butuh adem sari kalo begini.

Satu hal lagi yang tak berubah selama idul fitri adalah THR. Ssst.. Suka tidak suka, sadar tidak sadar, para kurcaci itu akan menghantui lo dengan todongan dan rengekan

‘Om, THRnya mana?’

Penulis: andri0204

Pragmatis-oportunis. Menulis ya menulis saja. Sebuah ekspresi dari kecerdasan berpikir

1 thought on “Yang tak Berubah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s