#18 Yenni Arista

Mei 31, 2014 § Tinggalkan komentar

yenniKelang beberapa pekan selepas gue menyebarkan undangan pernikahan, terdengar desas-desus bahwa ada seorang lagi classmate yang akan melaksanakan pernikahan di waktu yang berdekatan. Gue mencoba mengingat kembali, apa iya gue pernah membuat sayembara nikah massal.

Seperti biasa, berita seperti ini paling menarik buat diinvestigasi. Berbekal predikat makhluk terkepo dalam ajang Kepo Award, gue langsung mencari tau secara detail perihal keabsahan informasi tersebut. Gue pengen membudayakan tabayyun, konfirmasi kebenaran suatu berita. Ngeles aja lo, tong!

Tanpa perlu menunggu album baru Pak SBY rilis, gue langsung japri dia yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut.

“Eh, emang Marshanda beneran cerai sama Ben Kasyafani?”

“Iya beneran”

“Ih sayang banget, padahal ben kasyafani teh salah satu ben favorit aku”.

“Itu band (ben) woi. Dasar jepitan rambut. Lagian kenapa tiba-tiba nanyain hubungan Marshanda-Ben ke gue. Gue kenal mereka aja kagak”.

“Iya yak. Sori, tadi otak gue ketinggalan sesendok di kosan. Gue mau nanya, temen kita yang bakalan nikah habis gue, siapa?”

“Ah, kepo deh lo. Ntar aja. Nunggu doi nyebar undangannya. Baru deh lo tanya ke gue siapa yang mau nikah”.

Gue sudah duga, pasti temen gue ini ga bakalan ngasih jawaban dengan mudahnya. Setelah gue paksa, gue cambuk lalu gue setrum pake SUTET, baru dia ngasih jawaban.

Ternyata temen gue yang beroleh gelar ke 18 adalah Yenni Arista. Doi menikah seminggu setelah gue. Sekali lagi gue tekankan, gue ga janjian. Kalo misalkan pernikahan kami yang kelang seminggu ini mengundang respon tidak memuaskan dari media massa, kami bisa apa. Sungguh, ini bukan skenario. Tolong kameranya dijauhkan dari wajah saya. *Kemudian ditabok massa*.

Yenni Arista, dulu kami suka memplesetkan namanya menjadi Yenni Daratista. Meskipun dia ga bisa joget ngebor dan juga tidak mempunyai bisnis karoke keluarga di setiap sudut mall. Suaminya mirip Adam Suseno? Hmmm.. kumisnya mungkin!

Semasa SMA, Yenni melekat dengan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Sebagian besar riwayat organisasinya dihabiskan dengan latihan baris-berbaris, latihan baris-berbaris dan latihan baris-berbaris. Sori, gue ga tau yang dilakuin sama Paskibra selain baris-berbaris.

Tidak jarang Yenni mendapatkan tugas untuk berada di posisi tengah dalam formasi Paskibra saat upacara bendera. Ia diapit oleh dua orang pria di kanan dan kirinya. Formasi yang sangat pas mengingat lawan yang dihadapi adalah Barcelona.

Semasa SMA, Yenni mempunyai seorang soulmate bernama Silvia Prihety. Mereka bagai pinang dibelah kampak. Tidak terpisahkan bagai Dora dan monyetnya :D. Ya, Silvia Prihety juga mengambil peran di keanggotaan Paskibra. Tidak hanya itu, bentuk potongan rambut dan ikalnya pun sama. Gue sempet curiga mereka adalah kembar identik yang tidak mirip.

Yenni dan Silvi juga memiliki kesamaan lain. Mereka datang dari satu “geng” semasa SMP. Kalo tidak salah namanya adalah P6. Tentu saja mereka bukan Power Puff Girl dikali 2, atau seven Icon minus vanilla (mak, apal gini).

Karena ingetan gue mulai pudar seiring dengan ketidakjelasan hubungan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, gue merasa perlu mendapatkan tambahan informasi tentang yenni. Gue pun menginterogasi seseorang yang terkenal akrab dengan Yenni. Panggil saja namanya Bambang meskipun dia tak berjakun.

Berdasarkan hasil diskusi gue dengan Bambang, gue mendapatkan informasi baru. Menurut Bambang, Yenni itu penuh integritas. Selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan individu. Dia ga pernah sekalipun mengeluh dengan tugas negara yang diembannya. Oleh sebab itu, Bambang mendukung Yenni menjadi Palembang 1.

“Bang, please. We’re not talking about governor election”

Menurut Bambang, Yenni pernah terjatuh dari motor sebelum berangkat ke sekolah. Kaki dan tangannya lecet dan luka. Perih sih. Tapi lebih perih kalo hubungan yang digantung… eaaa. Gegara terjatuh, rok yenni sobek namun ia tetep bela-belain ke sekolah karena harus mengikuti ujian biologi. Setelah ujian selesai, sakitnya baru terasa.

Masih menurut Bambang, Yenni juga sangat jarang sarapan. Jadi pas jam istirahat, dia langsung loncat dari lantai 2 menuju kantin sekolah.

Untuk semua hal yang berbau khas Palembang yang melekat pada Yenni, kami menyematkan panggilan ‘cek’ untuknya. Sebuah panggilan untuk perempuan yang dihormati atau dituakan. Rumah Yenni adalah salah satu tujuan terbaik untuk dikunjungi selama idul fitri. Kalian bisa makan pempek, model dengan citarasa Palembang yang sangat menggiurkan. Selain itu, kalian juga akan mendapati tenunan songket dan corak kebudayaan Palembang terpajang dengan rapih di dinding rumahnya.

Selepas sekolah menengah atas, Yenni melanjutkan kuliahnya di fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya. Dan kini doi sudah mendapatkan gelar ‘dokter’ tersemat di depan namanya.

Yenni akhirnya menikahi seorang pria bernama Ahmad Hakim. Alhamdulillah. Selamat ya Yenni. Kamu beroleh gelar ke-18.

Tagged: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #18 Yenni Arista at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: