Mengenangmu

Tanggal 21, dua bulan yang lalu. Tidur gue terganggu oleh dering telepon yang terdengar nyaring. Tak seperti biasanya, gue dengan sigap mengangkat telepon tersebut dan terlihat “Yuk Mala”, kakak perempuanku yang melakukan panggilan di pagi buta. Tumben, ujarku dalam hati.

Gue angkat telepon dan mengucapkan salam. Kakak gue membalas salam dan lalu dengan suara parau berkata “Ayah sudah tiada”. Lidah gue tercekat, tenggorokan gue berasa kering, mata gue nanar. Baru kemarin pagi kami bersapa, bertanya kabar seperti biasa. Tak ada tanda-tanda, pesan cinta, ataupun keluh kesah. Ia hanya mendoakan yang terbaik untuk saya sesaat sebelum menutup telepon.

Rabb, benarlah kiranya. Tak ada yang bisa memaju atau mundurkan ajal barang sesaat pun.

Hari ini, gue menyaksikan sebuah video yang sangat menyentuh. Kisah yang menggambarkan kasih seorang ayah yang sungguh menginspirasi. Cerita tentang seorang ayah yang mendermakan dirinya bagi kebahagiaan orang lain. Being rich is not about what you have; it’s about what you give

Kisah dalam video tersebut benar-benar menohok. Gue seolah merasa anak yang diperankan dalam video tersebut. Fragmen yang tersaji bak penggalan dari episode kehidupan yang gue jalani.

Pada beberapa poin, gue merasa menjadi anak yang ada dalam film tersebut dengan sosok ayah yang mirip secara karakter dengan ayah saya.

Gue memang tidak terlahir dari ayah yang kaya secara materi. Tapi beliau selalu mengajarkan untuk berbuat baik pada orang lain. Selalu melibatkan diri untuk setiap kebaikan yang dilakukan untuk sesama.

2 bulan sudah hari sudah sejak kepergiannya, nasihatnya masih terngiang. Ia adalah inspirasi terbesar gue untuk berempati. Ia mewariskan kebaikan yang tercetak pada  DNA gue.

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ

Ya Alloh ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku
(QS.Nuh 28)

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِـيْراً

serta kasihilah mereka berdua seperti mereka mengasihiku sewaktu kecil
(QS. Al-Isro’ 24)

Pertemukanlah kami kembali di surga Engkau Ya Mujiib.

Penulis: andri0204

Pragmatis-oportunis. Menulis ya menulis saja. Sebuah ekspresi dari kecerdasan berpikir

2 thoughts on “Mengenangmu”

  1. innalillahi wainnaillaihi rojiun
    maaf nie dok, nie cerito dirimu??
    maafkan ketidak pekaan kami sebagai temanmu..
    semoga amal ibadah beliau diterima oleh Alloh dan diampuni dosanya..
    amiinn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s