N1 Pre-Unboxing Experiences

N1 Pre-Unboxing Experiences
N1 Pre-Unboxing Experiences

Lomba blog #AkudanOPPON1 telah usai saat gue menyadari bahwa tulisan yang gue sertakan dalam lomba itu belum mampu menggoyahkan iman juri untuk menjadikan gue sebagai pemenang. Mengapa oh mengapa Tuhan bukan aku yang menang? Ingin rasanya ku berlari ke hutan dan berteriak di pantai.

Di tengah ketermenungan, notifikasi email gue menyala. “Wah, ternyata surel dari OPPO. Kenapa mereka tetiba mengirimkan gue email?. Apakah mereka baru menyadari bahwa tulisan gue yang seharusnya menang dalam lomba itu?. Pasti ada konspirasi dunia di balik semua ini”. Pikiran gue mengawang-awang tak karuan. Lalu gue merencanakan misi balas dendam dengan meretas sistem keamanan OPPO seperti yang dilakukan para anonymous dengan topeng Guy Fawkes-nya. Sesaat gue menyadari bahwa gue mengalami delusi akut.

Dengan rasa percaya diri, gue membuka email tersebut. Melalui emailnya, OPPO mengundang “orang-orang terpilih” untuk hadir di sebuah acara dengan tajuk “Pre-Unboxing OPPO N1 Experience”, sebuah acara pre-launching OPPO N1 dengan menghadirkan mereka yang mempunyai afiliasi terhadap OPPO mulai dari Ofans (OPPO user), kaskuser hingga peserta lomba blog #AkudanOPPON1 -termasuk gue di dalamnya-. Acara ini diadakan untuk memperkenalkan OPPO N1 dan berbagi sensasi serta pengalaman menggunakannya.

Menurut gue, langkah yang diambil oleh OPPO adalah sebuah teknik mass marketing yang baik dengan mengedepankan pembentukan opini yang kemudian akan tersebar lewat metoda “ketok-tular”, teknik marketing jadul dan paling efektif dengan memanfaatkan promosi dari mulut ke mulut melalui orang-orang yang mempunyai latar belakang jejaring sosial yang baik.

Seth Godin dalam sebuah video tentang marketing membagi tipe konsumen produk ke dalam 4 kelompok: Innovators, early adopters, early and late majority, laggards (Grafik di bawah). Masih menurut Seth, Mass marketing is how you convince the first and second terms in curve. Artinya adalah bagaimana sebuah produk dapat meyakinkan para Innovator dan Early adopter untuk menggunakannya dan jika beruntung, mereka akan menceritakan apa yang mereka dengar dan rasakan kepada orang-orang di bagian lain kurva hingga tersebar di keseluruhan kurva yang menggambarkan ketersebaran konsumen. Dan, menurut gue metoda inilah yang OPPO lakukan untuk mempromosikan OPPO N1.

Acara diadakan di FX lantai 7, berdekatan dengan theaternya JKT48. Acara dimulai dengan sambutan dari Pihak OPPO dilanjutkan dengan fortune cookiesnya nabila, melody dan kru JKT48 lainnya. Khayalan gue terlalu tinggi!.

Sambutan disampaikan oleh product brand manager, Bp Kevin, yang walaupun terbata namun perjuangannya untuk menyampaikan sambutan dalam Bahasa Indonesia patut diapresiasi. Acara berikutnya adalah sharing session dari salah seorang yang beruntung mendapatkan kesempatan menggunakan OPPO N1 versi beta dan menceritakan pengalamannya.

Bersama Bp Kevin

Momen yang paling penting dari acara tersebut adalah saat setiap peserta diberikan keleluasaan untuk mencoba unboxing OPPO N1. Kami seolah berperan sebagai pembeli baru yang mempunyai hak untuk mengotak atik hape anyar tersebut mulai dari membuka plastik dan segel hingga mencoba menjalankan aplikasinya. Wah kami senang bukan kepalang. Ada peserta yang tertawa menggelinjang, beberapa langsung kayang, tak sedikit yang langsung terbang, loncat dari lantai 7.

Setelah mengotak-atik dengan seksama serta dipandu penjelasan oleh panitia, gue menyimpulkan terdapat beberapa terobosan yang menurut gue menjadikan OPPO N1 berbeda dengan telepon seluler lainnya

1. Kamera

Seri “N” Oppo adalah tipe handphone yang kekuatannya ada pada kamera dengan resolusi 13 MP. Kamera OPPO N1 adalah kamera pertama dengan kemampuan berotasi hingga 206 derajat pada sumbu-x. Jika X2, Y2 adalah (2,6) dan X1,Y1 adalah (3,4), buatlah garis linier dari koordinat tersebut. *sigh*, Why you convert our discussion into holly mathematics? horrible. Ok skip!.

Dengan besaran sudut tersebut, kita bisa mengambil foto dari banyak posisi. Jangan khawatir, jika selama ini kalian hanya bisa berpose dengan bibir manyun dari sudut tertentu, dan leher lo sakit gegara menyesuaikan dengan posisi kamera handphone, OPPO menjawab jeritan hati kalian.

Hasil jepretan dengan kamera OPPO sangat jernih. Temen gue yang mempunyai sense of photography yang baik bener-bener kagum dengan hasil kamera OPPO.

Kekhawatiran terbesar dari konsumen ponsel ini adalah durability kamera yang digunakan dengan rotasi sedemikian rupa dapat mengalami penurunan kualitas. Berdasarkan klaim dari pihak OPPO, kamera tersebut sudah diuji hingga 100 ribu kali. Jadi jika lo photo-geek dengan level 40 kali jepret rata-rata per hari, maka jangan khawatir, lo bisa bernarsis ria hingga 7 tahun lamanya.

Kamera ini sungguh mensupport para narsiswan dan narsiswati. Di era media sosial yang memberikan ruang pada “exhibitonist” yang sering berbagi meme, foto diri via Instagram, Path dan Facebook, kebutuhan akan foto yang baik menjadi suatu domain yang penting. Itulah mengapa aplikasi photo editor berjamuran mulai dari Camera 360, Picsart, dan lain lain. Namun, dengan kamera OPPO N1, kamu ga perlu semua aplikasi itu. Cukup menggunakan mode “beauty” maka muka kalian bisa bersih dan mulus seperti Christian Soegiono. Tanpa perlu diedit, tanpa perlu Vase*ine (bukan blog berbayar)

Hasil Jepretan dengan mode "Beauty"
Hasil Jepretan dengan mode “Beauty”

Untuk mengaktifasi kamera pun dapat dilakukan dengan banyak shortcut. Bukan hanya “roma” saja yang bisa ditempuh dengan berbagai cara. Kamu bisa membuat motion lingkaran pada screen sebagai salah satu cara untuk mengaktifkan kamera.

2. Color OS

Color OS ini adalah operating system bawaan OPPO, turunan dari si robot hijau (android). Color OS membuat OPPO lebih apik terutama dengan fitur-fitur motion yang lebih banyak dan unik. Lo bisa menyalakan musik, hanya dengan membuat garis dengan dua jari pada saat black screen dan mengganti track lagu hanya dengan membuat goresan (swipe) “>” atau “<” untuk forward dan backward lagu tersebut. Canggih? Memang!. Bahkan Tony Stark dan Jarvisnya belum mampu membuat teknologi secanggih ini.

Saat menonton video, cukup dengan membuat motion dengan menggerakkan jari ke atas atau ke bawah pada layar, lo berarti memberikan instruksi untuk menaikkan/menurunkan volume dan atau kecerahan layar.

Motion yang disupport oleh perangkat lunak Color OS membuat handphone ini sangat customize-able. Selain gesture untuk mengganti track lagu, ia juga dilengkapi dengan fitur “Guess Mode”. Dengan mode ini kita bisa menjaga kerahasiaan file dan data yang disimpan di ponsel sehingga identitas kalian sebagai Power Ranger tidak terbongkar.

3. Desain

OPPO memiliki desain yang ramping dengan layar 5,9 inch, sangat menopang untuk kebutuhan display kamera, games dan juga nyaman untuk digenggam. Saat lo mulai memegangnya, lautan seakan berhenti menguap menolak menjadi awan dan awan pun enggan turun menjadi hujan. Ah, puitis dan lebay memang berbeda tipis.

Dengan warna putih glossy, membuat OPPO tampak gagah dan elegan. Desain yang unik tidak hanya diberikan oleh ponsel melainkan juga kotak (box) nya. Kotak tersebut terbuat dari bahan yang durable dengan bentuk persegi ramping dengan sudut melengkung pada setiap pojoknya.

OPPO N1

4. Baterai

Batere sungguh kritikal bagi pengguna handphone. Tidak salah jika kebutuhan manusia dewasa ini bukan lagi sandang, pangan dan papan melainkan sandan, pangan dan casan. Gue sering melihat orang-orang yang sibuk twit “mati lampu, huhuhu” saat aliran listrik di komplek perumahan mereka padam. Anehnya, mereka lebih memilih ngetwit dibandingkan menghubungi PLN. Logika yang sangat cerdas. Kondisi tersebut meyakinkan kita bahwa sebagian orang kehilangan daya nalarnya saat tidak ada listrik. No listrik, no casan. Yang artinya adalah tidak ada daya baterai.

Oleh karena itu, OPPO dibekali dengan batere 3500 mAH. Jadi kamu bisa mengaktifkan ponsel tersebut sambil menyalakan semua aplikasi dengan daya tahan baterai yang lebih lama.

5. O Click Control dan O Touch Panel

Dua fitur ini benar-benar menjadi terobosan untuk OPPO sebagai generasi baru handphone. O Touch Panel adalah sebuah teknologi untuk mengarahkan kursor lewat bagian belakang ponsel dengan luas area 12 cm kuadrat. Tim R n D OPPO terinspirasi dari trackpad laptop. Dengan adanya O Touch Panel, user bisa menggeser foto, scroll tanpa perlu menghalangi layar. Sebenarnya fitur ini tidak terlalu kritikal namun menjadi sebuah pembeda dengan handphone lain. Fitur yang bisa menjadi sebuah teknik positioning dan branding yang pas untuk OPPO guna meraih simpati masyarakat Indonesia.

Sementara O Click Control adalah teknologi nirkabel yang sedari awal difungsikan sebagai kendali pengambilan gambar kamera jarak jauh. Fitur ini memudahkan penggunanya untuk mengambil kamera dengan menggunakan koneksi Bluetooth. Jadi SAY NO! untuk timer.

Selain fungsi tersebut, O touch panel juga bisa digunakan sebagai “alarm” yang akan berbunyi jika jarak antara ponsel dan tombol ini berjauhan melebihi batas koneksi Bluetooth. “Om, om.. Hape aja pengennya deket-deketan. Masa Om ga!”.

Hi. My Name is Ollie :)
Hi. My Name is Ollie🙂

Namun di balik kemewahan yang disiapkan oleh OPPO N1 hingga testernya menyebut ponsel ini sebagai genius phone, menurut gue peribadi masih terdapat kelemahan. OPPO menyediakan memori internal sebesar 16 GB. Sayang, memori ini tidak bisa diupgrade sehingga membatasi para gamer yang ingin memanfaatkannya untuk permainan-permainan yang memerlukan space memori cukup besar. Hal tersebut menjadi kritik saya terhadap keseluruhan OPPO N1.

Dina, Pemenang Doorprize

Selain itu, di tengah industri telepon seluler yang semakin gencar, OPPO harus terus gencar melakukan inovasi dan positioning produk untuk memberikan segmentasi agar produk mereka memiliki “kekhasan” tersendiri. Mengapa? Karena ponsel dengan fitur umum hanya akan ditelan oleh nama besar Samsung, Iphone dan Blackberry di kancah industri ponsel Indonesia.

Penulis: andri0204

Pragmatis-oportunis. Menulis ya menulis saja. Sebuah ekspresi dari kecerdasan berpikir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s