#11 Ayu Widya Lestari

Oktober 30, 2013 § Tinggalkan komentar

Ayu dan Suami

Ayu dan Suami

Sebelum Idul Fitri 1434 H, gue secara sengaja menghubungi setiap anggota IPA A terkait bisa/tidaknya mereka datang ke acara buka bersama yang memang rutin kami adakan setiap tahunnya. Sebagian berkata bisa dan sebagian lainnya belum bisa hadir dengan alasan-alasan tertentu. Ada yang mau menghadiri pernikahan sodaranya di Nigeria utara, ada yang beralasan dia bakalan sakit pada hari H buka bersama dan ada yang membuat gue memicingkan mata seperti alasan yang dikemukkan oleh Vidia.

“Aku ntar aja pulangnya, beberapa hari setelah lebaran. Sekalian dateng ke nikahan temen kita”.

Roman-romannya vidia kembali memaksa gue buat penasaran seperti yang sudah-sudah. Entah kenapa, anak satu ini doyang banget bikin orang kepo. Padahal dia tau gue adalah makhluk paling kepo se planet bumi dan planet saiya. Radar detektif gue mulai bekerja. Gue bertanya-tanya, siapa temen yang akan menikah setelah lebaran idul fitri.

Singkat cerita, Terbongkarlah informasi tentang siapa yang akan menikah. Ayu Widia pada akhirnya memberikan undangan unik berisi tata cara menjalankan pernikahan islami sesuai sunah rasul. Iya, Ayu widia promosi undangan dagangannya. Ayu akan menikah dengan anak IT Telkom which is temennya Hilal yang adalah suaminya Vidia yang adalah sama-sama keturunan Nabi Adam dan ummat Nabi Muhammad. Fyuh, memang dunia ini sempit. Six Degree separation theory itu bener adanya.

Ayu meminta kami dateng ke acara nikahannya, Gue dan Peri yang domisili di Jakarta pun “dipaksa” buat dateng. Setelah melewati drama, gue dan Peri dateng ke nikahan Ayu dengan berdarah-darah, berdebu dan berasap. Kami diminta untuk menjadi panitia penyambut tamu dan diharuskan memakai kostum minang yang pada akhirnya diwakilkan oleh bidadari IPA A untuk mengenakannya.

Ok, mari kita napak tilasi seperti apa ayu semasa SMA.

Ayu Widya, coba lo tanya ke anak-anak IPA A tentang profil beliau semasa SMA. Yang akan kalian denger adalah pendiem, tatapan mata tajam (walau sipit), keturunan cina, dan ketus. Jangan berani-berani bercanda sama ayu. Salah omong sedikit saja, kunai, shuriken hingga samurai bisa melayang. Itu yang ada dalam imajinasi kami (gue) waktu itu.

Ayu ini tipe-tipe “Like I care” Person. Perduli amat sama hendra yang ngomongin stensilan di kelas atau macky yang pukul-pukul dinding sambil sesekali nyasar ke Aas. Selama bisa diabaikan, dia akan abaikan.

Di luar imej kengerian yang ada dalam benak kami, Ayu juga identik dengan srikaya, makanan khas palembang. Srikaya bikinan (ibunya) Ayu paling enak se SMA 3 dan sekitarnya. Doi memang mewarisi darah Padang Sejati. Jualanlah selama kaki masih bisa berdiri lebih lama, tangan yang masih bisa memegang lebih kuat, dan mulut yang masih berteriak lebih kencang.

Imej ayu yang pendiem dan kurang supel luluh lantak sesaat dia menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Setiap tahun saat pertemuan buka bersama, Ayu terlihat lebih supel, matanya sesekali berair, dan mulai tumbuh tanduk di kepalanya. What the,. Sorry Salah script.

Ayu pasca SMA terlihat lebih friendly, tidak kaku dan yang paling penting adalah ayu sudah bisa bercanda. Walau pun kami terkadang masih ragu-ragu untuk tertawa karena trauma. Kami ga yakin ayu sudah membuang semua senjata yang dia punya. Ampun Yu!! 😀

Pernah dalam beberapa kesempatan, Ayu berkunjung ke bandung dan berkumpul bersama kami yang saat itu masih berstatus mahasiswa.

Ayu dan Kami di Ciwidey

Ayu dan Kami di Ciwidey

Kunjungan ayu ke bandung untuk pertama kali terjadi pada tahun 500 SM. Waktu itu Ayu dan kakaknya sengaja berlibur ke kota parahyangan dan kami pun menemani ayu mengunjungi beberapa objek wisata seperti Gunung tangkuban perahu dan ciwidey.

Kunjungan kedua Ayu adalah pada saat dia beserta tante dan sepupunya turut serta bersama rombongan bandung untuk liburan di jogja. Liburan kami saat itu bertepatan dengan perayaan hari lahir ayu yang ke 22. Dengan alasan itu, gue dan temen-temen menyiapkan surprise kecil-kecilana.

Surprise pertama yang kami lakukan adalah dengan meminta kepada petugas Candi Borobudur untuk memberikan pengumuman “selamat ulang tahun” kepada ayu melalui speaker yang mampu menjangkau  luasnya area candi.

Apa mau dikata, suara yang keluar dari speaker tersebut tidak jelas terdengar sehingga misi kami pun gagal.^AyYaww^3917

Malam harinya saat sedang bersantap malam di lesehan malioboro, kami meminta pengamen menyanyikan lagu selamat ulang tahunnya jamrud. Selesai bersenandung, kami ingin melihat seperti apa reaksi ayu atas surprise tersebut. Dan reaksi ayu saat itu datar, tanpa ekspresi. Ok fine. “this will be hard day” gumam gue.

“Hampir aja gue secara sengaja melempar kue ulang tahun ke arah muka ayu untuk memberikan kejutan. Tapi saat itu gue belom mau mati. Gue takut ditebas ayu dengan samurai”.

Dan Kami sebenernya berucap syukur ketika menemukan profil ayu yang lebih bersahabat dengan tetep menjaga kehormatannya sebagai muslimah. Kini Ayu telah menemukan tempat melabuhkan hati. Seorang Pangeran Banten yang mempersunting Ayu hingga ke seberang pulau, mengarungi lembah, bersama teman ke samudera.

Barokallahulakuma wa baroka ‘alaikuma Ayu Widya Lestari. Semoga selalu dalam keberkahan Allah SWT guna melengkapi separuh agama. Salam Metal.

Iklan

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #11 Ayu Widya Lestari at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: