Random Post

Juni 28, 2013 § 4 Komentar

randomSeminggu lebih hilang dari peredaran dunia maya. Gue jadi tidak seaktif biasanya. Di saat bersamaan, banyak projek yang terhambat gegara raibnya koneksi internet di kosan.

Gue udah hapal banget dengan pepatah “sesuatu itu akan lebih terasa manfaatnya, saat ia sudah tiada”. Iya gue tau, selama ada internet wifi yang kenceng dan dapat diakses dengan mudah, gue tidak memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Gue ga bisa mengeksplorasi internet secara baik dan benar. Gue tidak bisa menjadikan internet sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas diri. Gue ga bisa ngejalanin hidup tanpa loe, net :(.

And now???

Di saat fasilitas wifi sudah tiada, karena sitra lagi maintenance yang konon memakan waktu sampe 4 bulan (itu maintenance apa masa iddah?), gue malah dikejar-kejar oleh berbagai kebutuhan untuk memanfaatkan internet.

Ada sih koneksi internet di hape. Tapi ya itu, gue ga bisa menggunakan dengan luwes. Paling gue gunain buat browsing, atau nyampah. Ga bisa lagi tuh streaming TED, youtub-ing, download dengan berleha-leha. Arggh,,, I need my wifi back.

Selain itu agenda marketisasi tokkipokki via twitter juga agak tersendat. Dan gue yakin bisa mempengaruhi penjualan. Karena biasanya gue suka menyapa customer lewat twitter atau memberikan quote dan hal-hal yang update. Tetapi ketiadaan internet di kosan membuat semuanya terhambat. Bahkan aku pun telat datang bulan :(.

Duh banyak banget yang pengen gue ceritain selama satu-dua minggu terakhir ini. Gue harusnya tumpah-ruahkan semua di dalam tulisan. Tapi apa daya, kesempatan ngenet gue cuma di kantor. And what did screw me up? Dalam beberapa waktu terakhir, gue disibuk dengan kerjaan-kerjaan yang bikin gue stop breathing. Kerjaan yang biasanya sangat langka ditemui di kantor. Bener kata raihan “gunakan masa lapangmu sebelum datang masa sempitmu”.

Untungnya modem gue yang sudah obsolete, sisa perjuangan zaman majapahit, masih ada. Repotnya pake modem, udah mah mahal, kudu nyolok-nyolok, rempong dah. Tapi lumayan daripada ga ada sama sekali. “Kan tidak ada dian sastro, asmirandah pun jadi”.

Gue paksain buat ngegunain modem ini. Why oh kenapa?

Karena gue lagi dikejer deadline buat sebuah projek yang nentuin masa depan dan kehidupan gue *sound effect*. Iye, gue kudu nyelesein projek IT bareng rombongan LFC. Kalo ga sekarang, kapan lagi. Sementara deadline nyawa di tempat kerja udah tinggal sedikit. Gue belom beli chakra lagi. Sudah abis ngelawan madara. Dengan sedikit terpaksa, gue gunain modem ini untuk digunain dengan sebaik-baiknya. Karena sebaik-baik modem adalah yang paling bermanfaat buat tuannya.. *maaf malem ini, saat gue nulis ini, otak gue lagi korslet*.

Gue nulisnya campur aduk ye. Yang penting ada postingan di bulan Juni ini.

Beberapa waktu yang lalu, saat gue jalan-jalan ke Gramedia. Gue ngeliat ke salah satu meja yang meletakkan buku baru. Covernya orange-biru. Gue seolah familiar dengan buku itu. Seperti pernah liat di suatu tempat. Benar saja, itu buku yang dititipkan oleh Tong Sam Cong kepadaku. Itu kitab suci dari barat :(. Kagak woi, becanda doang!!

Buku itu diberi judul “Irrational Customer”. Wow, seems interesting. Pas gue liat nama penulisnya, “Dan Ariely”. Oh, jackpot. He is one of my favourite speaker in TED. Dan Ariely ini seorang pengamat ekonomi dan juga psikolog. Videonya di TED adalah salah satu video yang paling gue suka. Doi menggambarkan bahwa setelah beberapa tahun (katakanlah dua tahun), seseorang yang sebelumnya menang lotere sebesar satu juta dolar dan seseorang pada tahun yang sama mengalami amputasi kaki, memiliki tingkat kebahagiaan yang serupa. Bung Dan ini juga memberikan gmbaran negara yang paling berbahagia di dunia. Dan menempatkan Indonesia menjadi salah satu negara tersebut.

Langsung gue beli buku itu. Karena memang pada videonya, dia menceritakan sekilas tentang isi buku tersebut. Stelah gue baca, bagian pertama buku ini saja sudah sangat menggiurkan. Dikemas dengan bahasa yang menarik dan ringan, hasil penelitian tentang bagaimana orang secara tidak rasional memberikan keputusan terrhadap suatu peristiwia, dapat tersampaikan dengan lancar. Got the point.

Bagian-bagian selanjutnya dari buku tersebut, memberikan paparan penelitian yang tidak kalah seru. Bagaimana efek “gratis” dapat membuat konsumen gelap mata, bagaimana persepsi mempengaruhi rasa dan banyak hal lainnya. Buku ini sangat menarik untuk dibaca setiap orang terlebih bagi para marketing strategic.

Hal terakhir yang ingin gue bahas adalah tentang perasaan #tsaahh. Sebenernya gue males ngebahas poin terakhir ini. Intinya gue sempet dibuat sedikit galau oleh seseorang yang gue temui di candi borobudur. Bukan stupa atau arca, plis gue jomblo tapi ga gila :D. Seseorang yang pada awalnya gue anggap sebagai jawaban dari doa yang selalu terpanjat. Tapi pada kenyataannya, semua belum berjalan dengan baik. Perlu gue garis bawahi “belum” bukan berarti “tidak”. Karena lo tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan sampe lo mengalami sendiri kejadian tersebut.

Tapi gue ga akan berlarut, karena waktu adalah obat terbaik dalam hidup.

Sorry kalo gue curcol, berceracau ria. Nulis ini kagak pake kerangka. Ngalir aja dari otak gue. Itung-itung uji kemampuan modem jadul gue ini dengan paket “hot offering” nya telkomsel. 60 ribu dapet 3 GB.

Semoga gue bisa manfaatin modem ini dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. “Ngana pikir ini pilkada”.

Yasudah begitu saja,.

Wassalam

Tagged: , ,

§ 4 Responses to Random Post

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Random Post at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: