Tipe-Tipe Dosen (Ngasal)

Maret 28, 2013 § 2 Komentar

Berikut adalah tipe tipe dosen yang gue kenal. Ga perlu klasifikasi khusus untuk mengelompokkan tipe dosen berdasarkan pengamatan gue.

  1. Dosen killer

Dosen ini sehari hari bawa pistol, sangkur, lengkap dengan seragam loreng-loreng. Buset dah, ini dosen apa TNI.

Dosen killer biasanya ditakuti sama mahasiswa. Dari radius 500 m baunya sudah tercium, sinyalnya udah kerasa, anti lelet, dan tidak perlu buffering saat streaming :D. Dosen killer adalah jaminan buat mahasiswa, yang dengan segala kekuatan dan daya upaya, menahan rasa kantuk pada saat mereka mengajar. Tidak peduli gimana caranya, yang penting mata harus selalu terbuka. Ada yang ganjel pake spidol. Ada yang minum jus jeruk nipis. Jerukunya diminum, kulit sama seratnya dioles ke mata. Ada juga yang megang saklar, biar dapet aliran listrik, ujarnya.

Sekali memejamkan mata, mereka bisa nyadar. Bisa jadi kapur, atau spidol dilempar ke muka ngantuk lo. Ga sampe disitu, kalian juga  akan mendapatkan bonus pertanyaan tentang materi yang baru saja dijelaskan.

“Ton, apa nama enzim yang mengubah peter parker menjadi spiderman?”

jangan pernah sekalipun menjawab dengan jawaban “kasih tau ga ya” atau “mau tau aja apa mau tau banget”. Jawaban seperti itu hanya membuat lo meninggalkan kelas lebih cepat,  dan juga mendapatkan nilai dengan tidak kalah cepatnya, nilai lo dijamin E.

Dosen killer sebenernya lebih berorientasi kepada sikap atau attitude di dalam kelas. Mereka terkenal disiplin, anti deket-deket dengan mahasiswa. Tapi mereka bukan maho atau antisosial. Mereka memainkan peran itu untuk menjaga wibawa mereka baik di kelas ataupun di luar kelas. Siapa yang jamin, dosen paling galak segalaksi bima sakti, ga doyan sama harlem shake. Bisa jadi doi yang jadi leader-nya, con los teroristas….

harlem shake

Pernah suatu ketika, temen gue masuk ke kelas pada saat salah seorang dosen X, yang terkenal buas, sedang mengajar. Dengan tenang, temen gue ini masuk kelas. Yang lebih dahsyat, penampilan doi sungguh amat sangat keren dengan kaos bertuliskan simbol ‘Moto GP, dan celana panjang yang tertata rapi serta sendal swallow.. iya, sendal jepit yang terkenal itu loh. Dia melakukan dua kesalahan fatal, datang telat, dan salah kostum.

Dosen X adalah pengikut mazhab sepatu-iyah, ia sangat anti dengan mahasiswa yang mengenakan sendal pada saat di kelas. Mungkin iri karena tidak bisa melakukan hal yang sama.

Ga kebayang kalo ada dosen yang ngajar pake sendal jepit.

Dan diusirlah temen gue dari kelas. Untungnya dia ga diusir dari mata kuliah tersebut.  Terimakasih ya Allah,

Tapi di samping galak, dosen killer juga doyan nyanyi. Salah satu judul lagunya yang terkenal adalah Mrs brightside *wuk wuk*.

Dosen killer bukan the killers

Dosen killer bukan the killers

Dosen killer boleh jadi galak dalam keseharian, tapi untuk masalah nilai, mereka bener-bener fair. Mahasiswa yang sudah terdeteksi mendapatkan sikap kurang simpati di jam kuliah bisa dipastikan dengan rumusan avogadro kalo mahasiswa tersebut dapet nilai jelek. Dan sebaliknya, mahasiswa yang duduk di depan, duduk manis diem sambil ngangguk-ngangguk mirip lumba-lumba di  sirkus, biasanya dikenal baik oleh dosen X minimal dapet nilai ‘B’.

Cara terbaik untuk menghadapi dosen ini adalah dengan pencitraan. Upayakan selalu duduk di depan. Pura pura ngerti dan mengangguk pada saat beliau menjelaskan materi. Sesekali acungkan tangan dan banyak berdoa agar pada saat lo tunjuk tangan ada temen-temen yang lebih pinter ikutan tunjuk tangan. Dengan harepan bukan lo yang ditunjuk sang dosen. Kan ceritanya pencitraan bro!!

Tentunya jangan pernah pasang muka ngantuk, lusuh di dalam kelas. Upayakan hibernasi 1×24 jam sebelum masuk kelas pak/bu dosen ini. Mandi air anget pagi-paginya, makan-makanan berserat, dan jangan lupa timbang badan di Posyandu.

Pencitraan terakhir adalah, jangan lupa mengucapkan kata ”saya prihatin” kalo perlu pake mikrofon, pada saat ada temen lo yang gagal menjaawab pertanyaan dosen X. Dengan demikian lo akan dianggap mahasiswa yang penuh perhatian *mad*.

Dosen killer ini tipe dosen yang blak-blakan, serius, dan tegas. Sungguh dosen yang seperti ini jauh lebih detectable dibandingkan dosen ”killing me softly

  1. Dosen killing me softly

Bukan..bukann… 4k00h bUk4Nd P3n6gM4r b4nD 4L4y yG n4m4Ny4 MiRiP2, ”Killing Me inside” (sumpah mennn, gue ga ngerti gimana caranya bangsa alay bisa nulis gede-kecil ditambah dengan angka angka menjadi suatu kalimat yang utuh. Gue aja sampe maag selama dua jam bikin kalimat alay kyk diatas, SuMp3H Lo?).

Tipe dosen kedua adalah dosen yang berdarah dingin. Apakah A. Ular B. Burung atau C. Ikan,  hewan yang termasuk berdarah dingin?.

Ibarat timothy olyphant dalam  hitman, tipe dosen yang satu ini bisa “membunuh“ dalam diam. Entah apakah mereka mengalami DID syndrome atau tidak, yang jelas unguessable alias ga bisa ditebak. Di satu sisi, si dosen bisa dengan mudahnya bergaul dengan para mahasiswa. Bercanda, ketawa ketiwi, tanpa ada beban. Namun di sisi lain sebaliknya.

Para mahasiswa yang terlanjur dekat dengan sang dosen pasti berguman dalam hati ”nilai gue pasti oke, secara gue kan deket gini sama pak/bu dosen”. Kepercayaan yang berlebihan ternyata kadang menyakitkan.

Dengan tanpa ragu, dosen ini memutilasi rasa kepercayaan lo saat doi meriksa ujian. Tidak ada persahabatan, ketawa-ketiwi cuma sebatas gurauan. Nilai ya nilai. Yang ga bisa ngerjain dijamin gagal lulus mata kuliahnya. Mungkin sang dosen masih ingin ketawa ketiwi bareng mahasiswa bandel. Jadi dibiarin aja ga lulus, biar bisa ngulang kuliah dan kongkow bareng pak/bu dosennya :D.

Kalo zaman sekarng, tipe dosen ini adalah tipe dosen yang suka PHP in mahasiswanya. Sakit tau di PHP in, beneran deh. Woi, kok jadi curhat

Pernah temen gue di PHP in sama dosennya. Doi bilang ” gue udah deket banget sama dosen A, Udah kyk temen malahan. Gue yakin nilai gue aman“.

Oh bagus deh”, ujar gue.

Semester depan, gue ketemu dia lagi. Dia nyapa gue dan gue berasa deja vu. Doi mengucapkan hal yang sama seperti semester kemaren.

“Gue masih deket loh sama pak A, udh kyk temen. Gue yakin nilai gue di mata kuliah ini pasti bagus”.

lah, bukannya lo ngambil mata kuliah yang sama, tong. Berarti lo ga lulus dong semester lalu?’. Dengan tersedu dia bilang, “semester lalu gue di PHP in sama bapaknya“.

Gue dengan bersedih bergumam, “lo di PHP in? Integrasi aja sama MySQL”.

Sebenernya dosen-dosen yang berkarakter “killing me softly” adalah dosen yang berkerja dengan secara profesional. Mereka bisa menempatkan diri dalam situasi. Saat harus berinteraksi dan ketawa ketiwi dengan siswanya menunjukkan sifat atau sikap keramahan beliau agar tercipta suasana yang cair, dengan harepan materi kuliah bisa dengan mudah tersampaikan.

Ketika ujian, dosen bertindak dengan adil. Dia sudah mengajar, sudah berteman baik, sudah memandikan jenazah (lhoo). Beliau menilai sesuai dengan keseriusan siswanya. Yang serius meskipun dalam keseharian tidak terlalu deket secara personal, tetep aja dapet nilai bagus. Sementara yang deket dalam keseharian, harus ikhlas menerima nilai yang kurang baik jika tidak serius dalam belajar.

Terkadang bukan dosen yang PHP in siswanya, namun siswanya yang terlalu ge to the er alias Geer atau gede rasa. Berharap nilai baik hanya dengan bermodalkan kedekatan dengan sang dosen. Kecuali lo adalah alysa soebandono yang bisa deket dengan christian soegiono di sinetron, jangan harep dengan modal kedeketan personal, bisa dapet nilai bagus saat face to face dengan dosen yang seperti ini.

  1. Dosen ogah-ogahanteach

Gue paham, gue sangat paham kalo ada masanya seseorang dewasa yang bekerja mengalami suatu titik jenuh. Bosan dengan keadaan dan mencari sesuatu yang baru. Ya kyk anak zaman sekarang yang galau aja. Ada masanya mereka galau. Galaunya pun klasik, ga jauh-jauh dari urusan cinta. Karena ada masanya, jangan sampe saat udah usia lanjut masih galau aja. Ga lucu kan kalo ada kakek-kakek yang stalking timeline gebetannya. Atau nenek nenek yang di friendzone-in sama kecengannya. Kan ga make sense tuh.

Wajar kalo sekali sekali kita pengen keluar dari steady state kita. Tapi jangan pernah lupa kita punya kewajiban yang berhubungan dengan apa yang kita kerjakan. Ini gue ngomong apa sih. Apa hubungannya dengan tipe dosen?

Super sekali pertanyaannya, sahabat yang budiman …

Maksud gue adalah, ada tipe dosen yang ogah-ogahan ngajar, ogah-ogahan masuk kelas tapi ga ogah-ogahan saat akhir bulan (gajian maksudnya). Ogah-ogahan dalam KBBI berarti malas melakuikan sesuatu, enggan. Tipe dosen yang satu ini menjadikan ogah-ogahan bukan sebagai pelarian, tapi menjadikan aktifitas mengajar di kelas sebagai pelarian ogah-ogahannya (ribet kan bahasa gue).

Ga nyambung sih sama dua paragraf awal, tapi biarin aja ya :D.

Setiap ngajar kurang dedikasi dalam pekerjaan. Tidak serius menyiapkan materi pelajaran. Yang penting mengugugurkan kewajiban. Masalah ngerti apa kagak, ya masalah lo.

Dosen ogah ogahan biasanya kebanyakan proyek di luar. Sehingga aktifitas mengajar dijadikan kegiatan sampingan. Kan yang kasian mahasiswanya juga. Tidak hanya pda saat mengajar di kelas. Dosen ogah-ogahan juga banyak yang menjadi pembimbing tugas akhir. Wah gue paham banget gimana menderitanya mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsinya saat mendapatkan dosen pembimbing dengan tipe seperti ini. Ibarat peribahasa, hidup segan mati pun bosan.

Kegiatan sehari-hari di kampus cuma dihabiskan dengan mencari keberadaan sang dosen. GPS, waze seolah tak berguna. Sang dosen bisa menghilang dengan cepat. Kadang ia menggunakan kawarimi. Sesekali meninggalkan pesan terselip pada kunai di depan pintu ruangnnya yang bertuliskan ”saya lagi di luar kota, seminggu lagi aja kalo mau ketemu saya”. Errrr, what is the heck with those nonsense. Susah banget melacak keberadaan Pak/Bu dosen seperti ini. Sampe sampe Liam neeson aja nyerah buat nyari tau dosen ini lagi dimana. Pengen rasanya gunain jurus edo tensei.

Gue ngerti kalo misalkan dosen punya kesibukan yang laen, tapi ga bisa juga ngelupain amanah nya sebagai dosen yang berperan dalam mencerdaskan bangsa. Lebih lebih kalo sudah ditunjuk menjadi dosen pembimbing.

Kalo di kelas, dosen ogah-ogahan menyampaikan materi sak karep-nya. Mau lo ngerti, mau lo tidur, maen play station, itu urusan lo. Masalah nilai pun mereka lebih “liberal”. Sebagian mahasiswa penghuni bangku belakang (you know what I mean) senang dengan keberadaan dosen yang seperti ini. Mau maen bentengan atau futsal di kelas pun, dosennya ga akan protes. Yeahhh!!

Mungkin dosen akan menggubris kalo di dalam kelas, ada yang nonton dahsyat atau sinetron garuda jadi jadian di indosiar.

  1. Dosen dont know what to do

Duh, gue juga masih bingung memberikan penjabaran untuk tipe dosen yang satu ini. Simpelnya gini, dosen yang don’t know what to do belum siap menjadi dosen. Mungkin mereka adalah produk kompetisi semacam Dosen Idol, atau Take Dosen out.

Tipe dosen ini biasanya gelagapan saat berhadapan dengan mahasiswa. Mereka terlalu stick to textbook. So, pada saat ada siswa yang kritis dan bertanya pertanyaan terbuka, mereka cenderung memberikan jawaban standar seperti “ummm” “eeeee” “apa ya” atau “maaf ada ufo,.. *kemudian menghilang*”

Memang dosen tidak mengetahui semua hal, namun menjadi kewajiban dosen untuk melengkapi diri mereka dengan berbagai khazanah pengetahuan agar tidak tertinggal dari mahasiswanya. Pun pada saat gagal memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan mahasiswa, pilihlah diksi yang cerdas, seperti :
“pertanyaan yang bagus, saya jadikan pertanyaan kamu menjadi pekerjaan rumah, yang bisa jawab langsung kasih tau saya”.

saya tidak menyangka kamu akan bertanya seperti ini, oleh karena itu marilah kita mengheningkan cipta sesaat

Seorang dosen yang don’t know what to do memang membutuhkan pengalaman lebih banyak. Lebih memperkaya diri dengan pengetahuan yang berkaitan maupun tidak berkaitan dengan disiplin ilmunya. Kita tidak pernah tahu apa yang akan ditanyakan oleh mahasiswa.

good question

good question

Jika tetiba ada mahasiswa yang bertanya “apa yang terjadi pada admantium jika didinginkan pada temperature 0 K? akankah wolverine bisa dengan mudah diklahkan?”

“Seberapa kuat radiasi gamma yang diterima oleh bruce banner hingga bisa mengubahnya menjadi hulk?”

Pertanyaan gini ga ada di buku fisika klasik ataupun fisika modern bro :P.

  1. Dosen ngocol
Dinosaurus punah karena babi

Dinosaurus punah karena babi

Lo pasti tau dengan tipe dosen yang seperti ini.. entah belajar stand up comedy dimana, tapi dosen yang lucu bisa membuat kelas menjadi lebih renyah, terlepas ngerti atau ga nya materi kuliah yang disampaikan, hehe.

Salah seorang dosen gue pernah menceritakan sebuah kisah tentang mengapa dinosaurus bisa punah.

Kalian pasti sering denger kalo zaman dinosaurus itu punah karena asteroid yang menghantam bumi jutaan tahun yang lalu, bukan? di sini gue pengen menyampaikan versi aneh dari kisah punahnya dinosaurus. Jangan terlalu serius bacanya, karena ini cuma cerita lucu lucuan dari dosen gue yang sekrang menjabat sebagai salah seorang petinggi kampus :).

“Suatu ketika, dosen memulai ceritanya, hiduplah semua jenis binatang di bumi. Pada saat itu, banjir bandang akan datang menyerang. Lalu binatang beserta manusia yang hidup pada masa itu, membangun sebuah kapal raksasa. Sesaat setelah kapal selesai dibuat, manusia dan semua jenis binatang memasukinya.

Karena terlalu penuh dan bisa mengakibatkan kapal berlebihan muatan, maka diputuskanlah bahwa harus ada satu binatang yang dikeluarkan dari kapal. Lalu bagaimana cara menentukan siapa yang harus dieliminasi? Semua sepakat bahwa masing masing binatang harus menceritakan kisah lucu dan membuat semua penghuni kapal tertawa.

Ok, dinosaurus ambil bagian sebagai peserta pertama. Dinosaurus menceritakan dengan sekuat tenaga semua kisah lucu yang dia punya. Hingga seisi kapal tertawa terpingkal-pingkal. Namun ada satu binatang yang tidak tertawa yaitu babi. Karena masih ada binatang yang tidak tertawa, maka dinosaurus dianggap gagal dan harus dikeluarkan dengan paksa dari kapal.

Tidak lama setelah dinosaurus dibuang dari kapal, sang babi tertawa dengan sekeras-kerasnya, ia tertawa sangat hebat. Lalu binatang yang lain heran dan bingung. Apa gerangan yang membuat babi bisa tertawa puas. Dengan ringan babi menjawab ”cerita dinosaurus tadi lucu banget ya”. Sejak saaat itu dinosaurus pun punah dari alam semesta.

Lucu ga? Kalo ga lucu, pura pura ketawa aja..

Dosen yang gemar membuat lelucon biasanya juga tidak terlalu pelit dengan nilai. Mereka cenderung mengajar dengan santai. Tidak terlalu kaku dan membuat ruangan kelas menjadi lebih seru.

Menurut gue sih, itu tipe tipe dosen yang pernah gue temui selama lima tahun kuliah. Ga semua cerita gue ini bener, dan ga semuanya juga salah. Kalo ada kesamaan nama dan tempat, itu hanyalah fiktif belaka. Ingat, kejahatan bukan hanya karena ada niat dari pelaku namun juga karena ada kesempatan.. waspadalah!!

Mungkin lo punya cerita yang laen? 😀

Tagged: , , , , ,

§ 2 Responses to Tipe-Tipe Dosen (Ngasal)

  • Olandina soares pinto mengatakan:

    Gw ngak suka sama dosen yang ngasih nilai pilih kasih.dengan cara memberi nilai terbaik buat orang yang benar-benar tidak da usaha.denga membenenarkan nilai ujiannya.yang sebenarnya dia jawab banyak yang salah

    • kubrick mengatakan:

      sama nih dosen gua juga begini
      kalo sama cewek cakep ngasih nilainya tinggi
      sorry to say kalo dibandingin sama gua mah jauh ilmunya..

      nah kalo ini tipe dosen apa ya ??
      dosen jomblo ngenes kali yak ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tipe-Tipe Dosen (Ngasal) at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: