Palestina, Riwayatmu kini

Juni 29, 2011 § 13 Komentar

Empat jam perjalanan pulang pergi Bandung-Cikarang seusai interview di salah satu perusahaan di Jalan industri selatan 7, gue habiskan dengan membaca sebuah buku. Buku ini sebenernya udah lama gue incer tapi baru kesampean buat dibeli pada April 2011. Ehhh perjuangan untuk membacanya pun ternyata ga mudah. Terlalu banyak halangan buat membacanya. Alhamdulillah, setelah berniat akhirnya ia slese dibaca halaman per halaman, kata per kata hingga nyaris tidak ada satu koma pun yang terlewatkan….. uhuk

Buku apakah gerangan? buku tersebut dibuat dengan dua sisi yang saling membelakangi dengan corak merah di satu sisi dan hijau di sisi lainnya. Avatar pada kedua sampul buku tersebut menunjukkan sebuah transformasi fisik. Dari mereka yang gaul urakan menjadi gaul militan. Dulunya doyan bakwan sekarang doyan ketan,,,lho!!! Buku renyah nan gurih ini diberi judul
“PALESTINE EMANG GW PIKIRIN”  buah karya Shofwan Al bana, penulis muda yang sebelumnya juga pernah menelurkan (telur, emang ayam…) buku yang tidak kalah kerennya dengan judul 100% Dawah keren. Ok, cukup dengan basa basinya. Gue akan langsung pada konten buku yang akan gue ceritain kembali. Siap siap yah!

Inti dari buku ini adalah gambaran tentang keadaan saudara kita yang ada di Palestina semenjak pendudukan Zionis israel  Laknatullah.

Singkat cerita mari kita bedakan yahudi, zionis dan israel. Yahudi adalah nama atau sebutan untuk bangsa yang merupakan keturunan israel, nama laen nabi Yakub A.S. Nama yahudi sendiri berasal dari salah seorang putra nabi yakub yang bernama yahuda.
Sementara Zionis adalah ideologi dan gerakan yang pertama kali dicetuskan oleh Theodor Herzl. Kata Zionis diambil dari kata  Zion yang merupakan nama salah satu bukit di “Tanah yang dijanjikan”. Gerakan ini menghimpun semua bangsa yahudi untuk kembali berkumpul bahkan dengan menginjak-injak dimensi kemanuisaan negara lain. Sementara Israel merujuk pada negara yang bukan negara, karena mereka tidak memiliki wilayah resmi. Mereka hanya mencaplok tanah palestina dengan berlindung di balik tameng sejarah dan tameng religi ujar mereka.

Nah sekarang sudah bisa bedain kan yah antara ketiganya, jangan sampe ntar teriak2 bebasin Palestina dari Zionis…eh pas ditanya beda Zionis sama Israel kita cuma bisa pura-pura ngangkat telepon dan ngabur tanpa jejak.

Sejarah panjang perjuangan pembebasan palestina telah berlangsung sejak lama. Namun yang paling fenomenal adalah bagaimana seorang Shalahudin Al ayyubi mampu mengembalikan palestina dari cengkraman kengerian. Perang salib pun menjadi saksi bagaimana peristiwa mempertahankan palestina begitu luar biasa.

Lalu bagaimana dengan Palestina sekarang? Palestina, bagaimana riwayatmu kini? di saat kami tidur nyenyak di atas kasur yang nyaman, mungkin kau sedang bersimpuh peluh memegang senapan. Di saat pemuda pemudi kami asyik bergumul berdua duaan, maka anak-anak kecil kalian tengah menantang tank baja dengan batu di tangan. Di saat kami dimabukkan tayangan-tayangan yang berafiliasi pada kemaksiatan maka rakyatmu berdarah-darah mempertahankan izzah, Izzatul islam. Tak kau biarkan sejengkal pun Zionis laknatullah itu menginjak bumi Palestina. 

Betapa mulianya perjuangan kalian. Di saat kemuliaan di negeri ini berhiaskan tahta kemewahan, kecantikan, dan kemolekan khas Amerika dan sekutunya,.. maka di tempatmu, kau acungkan tangan ke angkasa dan bertengadah hingga kau gentarkan musuh-musuhmu dengan teriakanmu Allahu Akbar.

Kenyamanan ini, kesenangan ini, kelengahan ini membuat kami buta akan tragedi yang menimpamu. Tidak terlintas kesedihan di benak kami tentang kehormatan kalian yang diinjak, tanah kalian yang dirampas, jiwa kalian yang hilang. Maka mungkin benar adanya di saat ada yang berkata bahwa kemenangan di Palestina mungkin saja tertunda karena banyaknya kemaksiatan di negeri ini.

Belum pernah aku temukan sosok seikhlas Fatih Farhat yang dengan penuh ketabahan berjuang meledakkan dirinya demi menggentarkan dan membunuh pasukan musuh. bom bunuh diri?? itu streotip yang melekat pada otak kita. Mari kita menggantinya dengan Bom menuju syahid. Bisakah kau bayangkan bagaimana melawan kekuatan Israel dengan persenjataan terlengkap dan tercanggih di dunia?  Tidak banyak cara, maka syahid menjadi pilarnya. 

Lebih lebih mencari figur Syaikh Ahmad Yassin, Abdul Aziz ar rantisi, Izzudin Al qosam. Jangan tertipu oleh media teman,,,Media didominasi oleh Amerika dan anteknya. Maka gerakan HAMAS dianggap teror, pejuangnya maka menjadi teroris. Nama-nama di atas berjuang demi negerinya, demi kehormatannya. Bagi mereka (dan kita juga semestinya) hidup dengan kemuliaan atau mati sebagai syuhada menjadi pilihan.

Dan aku akan bercerita pada dunia pada mereka yang membaca apa yang tercerita. Bahwa kita adalah saudara, bahwa ada yang menjerit di belahan bumi palestina. Bukan berarti tidak perduli pada saudara di sekitar kita. Bersikap proporsional bisa menjadi solusi, bantu yang terdekat tanpa melupakan Palestina. Mari kita berdoa, sebagai wujud terlemah iman sembari melakukan apa yang kita bisa.

Maka mari mengurangi atau bahkan menghilangkan ketergantungan pada produk-produk yang mendukung pendudukan zionis atas palestina. Jangan sampai uang yang kita pergunakan untuk membeli produk mereka ternyata adalah modal untuk peluru dan meriam guna melubangi perut saudara-saudara kita di Palestina..

Mari kita sama-sama berdoa untuk kemenangan kalian…

Referensi buka http://www.infopalestina.com
http://www.inminds.co.uk

Iklan

Tagged: , , , , , , ,

§ 13 Responses to Palestina, Riwayatmu kini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Palestina, Riwayatmu kini at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: