Sentilan dari Ar-Rahman

Maret 7, 2011 § 6 Komentar

Ar-Rahman, salah satu nama Rabbi izzati dari 99 nama terindah Asmaul husna. Pun menjadi satu dari 114 surat dalam Al-Quranul karim.

Maka, nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?? penggalan ayat ini terus berulang ulang didengungkan, berayun-ayun merdu, mengalun syahdu.

Bagi temen SMA gw, Hasbullah suliyansyah a.k.a aas, Ar-Rahman menjadi sebuah rahasia, sebuah kekuatan dari Allah untuk hambaNya yang bertakwa. Yang senantiasa menjaga dirinya dari segala apa yang diharamkan, yang mengisi hari-hari dengan penuh kesabaran dan tawakal. Hingga pada akhirnya, ia bisa memetik buah kemanisan dari ketabahan dalam penantian. 

Ia mengeksplorasi segala skenario indah tentang jodoh setiap manusia dalam tulisannya yang luar biasa. Kembali dia mengingatkan kita bahwa sesungguhnya jodoh itu sudah tertulis di lauhul Mahfudz, tersimpan rapat hingga tidak ada yang tahu kecuali Ia sang Khalik. Kritik pedas terhadap mereka yang mengagung-agungkan pacaran dikemas sedemikian rupa, pun bagi mereka yang menjalin pacaran tanpa ikatan disentil manja.

Satu hal yang pasti, tulisan aas berjudul Tentang Rahasia Ar-Rahman menyentil kembali memori gw atau mungkin bagi kalian yang ngebaca tulisan ini. Bahwa lelaki yang baik hanya diperuntukkan bagi wanita yang baik. Tidak ada istilah membeli kucing dalam karung. Kalo pun kucingnya ada di dalam karung pasti itu adalah kucing persia bernilai jutaan rupiah. Mengapa? Karena Allah tidak pernah mengingkari janji, tidak seperti manusia yang obral kata-kata.

Sentilan Ar-Rahman sungguh menyengat kembali niat awal diri yang sempat mengalami distorsi. Janji Allah selalu indah maka mengapa manusia meragukannya? Tidak perlu berlelah-lelah mengejar cinta, bukankah itu sekedar nafsu belaka. Tidak perlu bersusah payah bermanis ria dalam romantika, padahal itu syahwat bermuram durjana. Alangkah indahnya Rabb menjaga cinta seorang hamba yang pasrah. Ikhlas terhadap segala ketentuanNya.

Pasrah dalam konteks ini tidaklah berarti menunggu dan menunggu hingga jodoh datang menghampiri. Pasrah berarti mengusahakan dengan cara yang halal dan baik untuk mendatangkan serta mendekatkan jodoh. Pasrah juga bukan berarti alpha dan buta terhadap calon yang akan dikhitbah. Ada cara, ada upaya, ada langkah-langkah yang diatur dan didesain sedemikian rupa hingga Allah pun ridho. Karena menikah bukan hanya masalah suka dalam pandangan manusia, tapi juga bagaimana Allah memandangnya.

Sekali lagi Ar-Rahman menyentil. Dalam puisi indahnya

Aku adalah kupu-kupu di taman cinta Ar-Rahman
Sayap-sayap kemulian dianugerahkan sejak penciptaanku
Tak perlu kau kejar, tak perlu kau buru

Karna namaku sudah tertulis untukmu
di tempat yang terjaga, di Lauh Mahfuzh

Begitukah caramu mengejar kupu-kupumu?
Berlari dan menerjang?
Menabrak-nabrak tak tentu arah,
Menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?
Semakin kau terjang, semakin aku akan menghindar
Semakin kau buru, semakin pula aku pergi dari dirimu

puisi lengkap bisa diakses di sini Tentang rahasia Ar-Rahman

§ 6 Responses to Sentilan dari Ar-Rahman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sentilan dari Ar-Rahman at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: