Berjuang untuk rakyat?

Kisruh politik kian menjadi. Koalisi, oposisi semakin menggila. Diskusi-diskusi terus bermunculan di berbagai media. Siapa yang akan ditendang keluar dari lingkungan dalam pemerintah dan siapa yang akan dirangkul untuk masuk ke dalam lingkaran yang ada. Semuanya menunjukkan kapasitas yang sangat luar biasa, untuk beretorika, bermain muka, mengadu domba.

Partai koalisi berujar “tidak masalah bagi kami berada di luar atau di dalam koalisi”. Ucapan seperti ini pun akhirnya dibalas dengan artikulasi diplomatis oleh partai oposisi, “kami sudah membuktikan bahwa kami mampu berperan baik sebagai oposisi, apa jadinya jika kami berkoalisi?”.

Satu kesimpulan dari mereka yang terus beradu argumen tentang posisi partai di koalisi ataupun oposisi. Semua sepakat dan menyerukan satu suara bahwa mereka berjuang untuk rakyat. “Tidak jadi masalah di dalam atau di luar pemerintah, selama kepentingan2 rakyat yang kami bela”, retorika seperti ini menggaung di kalangan partai. Seolah mereka bertindak sebagai robin hood yang membela hak-hak rakyat jelata tanpa peduli seperti apa posisi yang dicipta.

Satu pertanyaan yang selalu ada di otak gw. Kepentingan rakyat mana yang dibela? rakyatnya Golkar kah, rakyatnya PKS kah, rakyatnya PD kah atau rakyat yang mana? karena selama mereka berjibaku, beradu, bersikuku, rakyat Indonesia masih bergelimang kemiskinan. Rakyat Indonesia masih menangis kelaparan. Jika mereka berjuang untuk rakyat indonesia, ga perlu artikulasi manis yang dikeluarkan dan diucapkan. Cukup aksi nyata untuk kesejahteraan bangsa.

Boleh jadi partai partai beralasan bahwa apa yang dilakukan mereka sekarang untuk hal yang lebih besar di masa mendatang. Tapi sampe kapan kalian akan berdiskusi di ranah dewa sana? Sementara menanti kalian berselisih, bangsa ini merintih perih.

Gw ga mau sekedar mengkritisi. Cukuplah apa yang gw tulis ini sebagai bagian dari aspirasi dari orang-orang yang peduli. Sebagai bahan buat kita semua introspeksi. Sekarang gw cuma bisa doa buat bangsa dan negeri Indonesia tercinta. Biar kalo gw atau anak cucu gw jadi pejabat ntar-ntarnya, gw ga pengen cuma beraksi di bibir doang. Karena cukup sudah dekadensi integrasi di negeri ini. Sudah puas mendengar janji-janji tak terealisasi.

 

Penulis: andri0204

Pragmatis-oportunis. Menulis ya menulis saja. Sebuah ekspresi dari kecerdasan berpikir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s