Stop!

Mei 17, 2010 § Tinggalkan komentar

Cinta, tak pernah usang untuk dibahas. Romantikanya selalu unik untuk ditelisik. Pesonanya selalu menghiasi taman hati yang bersemi. Berhatil-hatilah bermain hati. Karena cinta datang tak selalu diundang. Namun hilangnya selalu sulit untuk dirasa. Jangan pernah ambil bagian untuk mencintai jika engkau belum siap dengan segala konsekuensi. Lebih baik menjauh pergi daripada harus terjebak dalam nafsu yang berlabelkan cinta.
Witing trisno jalaran soko kulino (entah tulisannya bener ato ga), pepatah Jawa ini terasa sangat tepat untuk menggambarkan bagaimana cinta dapat lahir dari rahim interaksi yang menjadi. Dekatnya interaksi fisik memberikan ruang lebih bagi seorang Arjuna untuk mendekati Sinta. Banyak cerita bermula dari pendekatan yang sama. Cerita cinta selalu diawali dengan pertemuan dan pertemuan. Pengamatan yang dilakukan seolah mengamini rasa yang terpendam dan melekat di dada.

Satu pesan untukku dan untuk semua yang belum siap melegalkan cintanya dalam bingkai indahnya pernikahan. Bahwasanya jangan pernah memulai mencintai jika memang belum siap. Belum siap untuk menikah. Karena akan jauh lebih menyiksa ketika dengan terpaksa harus melepas segala cerita segala citra dan segala rasa. Simpan saja segala rasa hingga indah pada waktunya.
so.. STOP now.

-kembali ditulis untuk mengingatkan diri pribadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Stop! at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: