Pacaran ada kok dalam Islam

Pacaran ada ga sih di dalam Islam?bagaimana dengan pacaran islami?

klasik, itulah yang pasti terbayang dalam pikiran kita ketika fenomena pacaran dipandang dalam perspektif islam. tidak perlu ekspert untuk membahasnya. Sudah sering dan terlalu sering bahkan pertanyaan-pertanyaan seperti itu  dipertanyakan dengan jawaban yang diberikan selalu identik. Kira-kira jawabannya adalah seperti ini.

Islam tidak mengenal pacaran. hal ini sudah dengan sangat jelas termaktub dalam Al-Quran surat al-israa “dan janganlah kau mendekati zina, karena sesungguhnya zina merupakan perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. tidak ada namanya pacaran islami. karena islam hanya mengenal ta’aruf  dan menikah.

seperti itulah jawaban yang selalu hadir untuk pola pertanyaan yang sama. Lalu bagaimana dengan hubungan tanpa status? bagaimana dengan pacaran setelah pernikahan.  Apa definisi pacaran??apakah mesti diinisiasi oleh sbuah isitlah”penembakan”?.  Pacaran hanyalah masalah status namun muatan dalam pacaran itu yang lebih substantif.  Banyak pihak yang tidak melegalkan hubungannya dalam bingkai pacaran akan tetapi agenda di dalamnya tidak jauh berbeda.

Terkadang pola berpikir kita terjebak dalam hegemoni palsu yang membingungkan. Mengatakan ini itu tentang buruknya pacaran dalam kacamata islam tapi sms mesra kadung sering dilancarkan. Pacaran dianggap mendekati zina berduaan membahas ini itu tidak pernah alpa. Dengan keadaan seperti ini status hubungan tidak lagi menjadi penting namun bagaimana interaksi kita terhadap lawan jenis dalam keseharian yang lebih dititikberatkan. Lupa atau pura-pura lupa seolah menjadi bagian dalam sebuah alasan. alasan yang melahirkan pembenaran. Segenap pembenaran untuk berbagai “chemistry” yang terjadi.

Lebih-lebih istilah hubungan tanpa status telah mengalami revolusi dalam makna. Tidak jarang aku mendengar si fulan nge-tag fulana meskipun entah kapan nikahnya. Yang penting ada upaya-upaya legalisasi untuk menjaga tuh akhwat ga kemana-mana, ga diincer m ikhwan lain. Syukur-syukur kalo jadi, kalo batal yah si akhwat jauh lebih menderita secara psikologis.

Kang salim pernah berujar dalam salah satu bukunya. Daripada sibuk mikirin bagaimana dapetin jodoh A, B, C lebih baik kita sibukkan diri untuk terus meningkatkan kualitas pribadi hingga kita bisa dapet yang lebih baik daripada A, B atupun C tersebut.

unfortunately, berbagai kenyamanan yang dihasilkan dari interaksi sepasang pemuda-pemudi dalam bingkai hubungan tanpa status membuat semuanya terlupakan. Mencoba menikah menjadi sebuah hal yang wah. Jadinya yah hubungan tanpa status jalan terus tanpa kenal putus. Ga di kampus, lagi ngaskus atopun lagi baca novel lupus (hohoho).
Daripada berlimang dosa dalam ikatan tanpa arah lebih baik pacaran aja. Pacaran yang indah, yang dibingkai oleh keberkahan. Pacaran setelah pernikahan. Ini jauh lebih baik. tidak hanya dalam kacamata manusia, tapi berkahnya dari Allah seharusnya menjadi cita-cita.

Allah telah memberikan karunia akal bagi kita untuk mampu memilih. selalu ada pilihan dalam setiap kesempatan. kita yang memilih kita yang menentukan. keindahan semata yang semu tak terkira atau justru penilaian indah di mata Allah. semoga kita semakin bijak memandang berbagai hal…

ditulis untuk mengingatkan diri saya pribadi.

Penulis: andri0204

Pragmatis-oportunis. Menulis ya menulis saja. Sebuah ekspresi dari kecerdasan berpikir

1 thought on “Pacaran ada kok dalam Islam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s