Lima bulan sebelum…

Februari 17, 2010 § 8 Komentar

Lima bulan sebelum…

Dua tahun menjelang tiga tahun sudah aku berada dalam dunia molekul dan zat-zat di institut terbaik bangsa. Tidak sampai lima bulan lagi sebagian besar mahasiswa angkatanku harus meninggalkan kampus ini dan berjuang untuk dapat menapaki fasa baru dalam episode kehidupannya. Tidak terasa memang. Semua berlalu begitu cepat. Meninggalkan penggalan-penggalan kisah yang akan terus membekas di hati setiap pribadi karena kami memang satu senyawa.

Normalnya mahasiswa angkatan 2006 lulus pada bulan Juli 2010. Untuk itu segala bekal telah dipersiapkan dengan seksama. Hampir setiap laboratorium tugas akhir tetap hidup hingga dini hari. Menjadi saksi bagaimana giatnya kami bekerja demi mengejar sebuah momen, sebuah impian bersama yaitu lulus dan wisuda bersama pada Juli 2010. Meskipun mimpi ini tidak bisa terwujud untuk beberapa unsur yang memang terkendala dengan berbagai alasan sehingga memaksa mereka untuk menunda kelulusannya.

Cerita kami berawal dari sebuah pertemuan, sebuah pertemuan sebagai sebuah angkatan. Angkatan yang dikomandoi oleh Zakaria Fanani (Ifan) sebagai kepala keluarga yang dipilih secara aklamasi. Berdirilah albaqi khadafi (dafi) sebagai wakil ifan. Banyak yang terjadi di awal kebersamaan kami. Kebersamaan itu akhirnya tumbuh berbuah menghasilkan sebuah rasa, persahabatan yang menggetarkan. Tidak bisa kami pungkiri bahwa himpunan sangat berperan dalam menguatkan ikatan angkatan ini. Semua tugas yang diberikan menjadikan kami semakin kuat, semakin dekat. Meskipun terkadang banyak kerikil tajam yang menghiasi jalan persahabatan ini. Tidak jarang silang pendapat membuat kami berdebat. Sering kali keusilan kami berbuah benci. Tapi itulah persahabatan. Semua kebencian, kekesalan, dendam menjadi bumbu tersendiri yang pada akhirnya menyadarkan dan membuka mata kami bahwa kami butuh kalian. Kami butuh seorang sahabat. Kami butuh persahabatan yang menghangatkan di saat kami dihujani segala beban.

lagi mendengarkan pemateri

Tingkat dua atau tahun pertama kami berada di departemen kimia menjadi sebuah titik tolak. Di kelas kami belajar, bercanda, iseng, tertawa bahkan tidak jarang ada yang menangis sedu sedan. Kedekatan interaksi dan orientasi membuat adanya kelompok-kelompok tersendiri di kelas kami baik itu kelas ganjil maupun kelas genap. Oh iya, kelas ganjil diisi oleh orang-orang yang notabene lebih serius, tidak heboh di dalam kelas dan sangat kontras dengan kelas genap yang ternyata memang lebih “hedon” dan lebih rame. Tapi semua itu membuat kami saling melengkapi satu sama lain.

lagi kuliah kimia analitik

Aku masih ingat bagaimana situasi kelas ketika Pak Buchari, dosen kimia analitik satu tercinta, menjelaskan materi. Dengan volume suara yang tidak begitu jelas kami berusaha mencapai sumber suara. Namun apa daya posisi duduk yang tidak memungkinkan memaksa kami melakukan berbagai hal lainnya ketika pelajaran dimulai (maafkan kami pak). Ada yang baca Koran, ngobrol, nge-game, tampaknya apapun dilakukan selain belajar, hahaha..parah.

Kimia organik tampaknya menjadi momok tersendiri. Banyak peserta kelas kimia organik satu yang notabene berasal dari angkatan 2006 harus mengulang mata kuliah ini. Tanpa dikomandoi pun temen-temen yang tidak lulus mata kuliah kimia organik satu bagaikan koor paduan suara dengan sangat kompak mengambil kembali mata kuliah ini di semester pendek. Hasilnya?? Sebagian ada yang mengucapkan syukur dengan nilai yang lebih baik. Namun tidak sedikit yang mengeluh dan mempertanyakan hasil dari kuliah singkat tersebut..

Tingkat dua juga berarti interaksi kami dengan himpunan bisa dikatakan sangat aktif. Berbagai kepanitiaan memberikan angkatan kami sebagai panitianya. Mulai dari wisuda oktober yang dikomandoi oleh Agung, wisuda maret oleh Dedy, dan tentunya wisuda yang paling fenomenal dan bersejarah dalam lembar kisah angkatan kami adalah wisuda Juli yang dikomandoi oleh Ludi.

wisuda juli

Akhir tingkat dua 2006 mengadakan jalan-jalan ke ciwidey. Sebuah perjalanan yang seru namun terasa ada yang kurang. Terasa ada yang beda karena tidak semua 2006 bisa ikut pergi. Dan terpaksa perjalanan itu hanya diikuti oleh hampir setengah angkatan saja.

jalan2 ke ciwidey

Kini kami berada di penghujung waktu untuk tetap terus bersama menjaga keutuhan satu angkatan ini. Untuk tetap menjadi satu senyawa. Lima bulan sebelum kami lulus harus menjadi waktu terbaik kami. Lima bulan sebelum lulus harus benar-benar kami manfaatkan untuk berbagi, bercerita dengan unsur-unsur lainnya. Tidak ada yang pernah tahu kapan unsur-unsur tersebut meluruh, terbang jauh dan entah kapan bisa kembali bisa bertemu, bersua dan bercengkrama.

Tidak akan aku sia-siakan lima bulan terakhir ini. Lima bulan sebelum kami diwisuda, diarak bersama. Meskipun aku sadar bahwa persahabatan bukan ditandai dengan kebersamaan melainkan adanya komitmen dan keterikatan hati..

Tagged: , ,

§ 8 Responses to Lima bulan sebelum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Lima bulan sebelum… at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: