Mini Berarti Maksi

Desember 29, 2009 § 6 Komentar

“Mulailah dari suatu hal yang kecil” Aa Gym menjelaskan salah satu kiat mengubah bangsa. terkesan sepele, tapi nisbi. mutlak untuk sebuah perubahan.

Terkadang dan menjadi sebuah hal yang sering dilupakan adalah untuk mengamati lebih jauh tentang hal kecil yang suka dianggap sepele. Banyak orang terjatuh bukan karena besarnya karang di depan mata. justru kulit pisang yang tidak nampak bisa membuat jatuh, tergelincir, terjerembab. Asosiasi seperti ini merupakan refleksi dari  berbagai peristiwa yang sering kita alami. Memandang rendah kerikil masalah yang akhirnya menggunung menutupi kuasa..

Aku benar-benar mendapati diri ini lemah, tak kuasa ketika berhadapan dengan sebuah pertanyaan yang mungkin simpel tak berarti. Dalam sebuah kesempatan, salah seorang teman bertanya tentang berbagai pertanyaan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. pertanyaan-pertanyaan yang membuatku tersentak, menyadari kelemahan diri.

Temanku bertanya tentang rukun wudhu, rukun sholat, 8 orang yang berhak menerima zakat dan aneka pertanyaan sederhana yang aku dapatkan sejak aku belum mengenal biologi ataupun kimia sebagai mata pelajaranku. Aku terdiam beberapa saat, terpaku. mencoba mencari-cari lokasi, posisi jawaban pertanyaan ini dalam setiap segmen ingatan. dan ternyata aku tidak mampu menjawabnya dengan sempurna. Aku alpa. Ternyata selama ini ibadah-ibadah itu hanya aktifitas ritual tanpa ruh di dalamnya. Bahkan untuk hal mendasar dalam agama saja aku kesulitan untuk menjawabnya. lalu apa yang kupelajari selama ini?? tahapan dawah, dawah fardiyah,jamaah…

Aku mengambil porsi yang besar dengan menafikan bagian-bagiannya yang kecil sehingga pengetahuan ini tidak utuh,rapuh. Hanya saja kondisi ini diperparah dengan dogma kaku bahwa aku tertidur dalam kealpaan ini.

Ternyata Allah masih menyayangiku dengan teguran ini…

Teringat dengan sebuah taujihat Robbani yang disampaikan oleh seorang ustadz tentang surat Hud:112. sebuah surat yang berisikan anjuran untuk beristiqomah. beristiqomah di jalan yang benar…

Ayat ini bener-bener menginspirasi untuk tetap istiqomah, berpendirian teguh di jalan Allah. .dan tidak melampaui batas

Setelah menanamkan kesungguhan untuk menyadari betapa berartinya segenap peristiwa mini yang terjadi, diperlukan keistiqomahan untuk terus bergerak, berjalan mengiringi semua hikmah yang ada hingga kaki ini menginjakkan kaki di Jannahnya

Jadi tidak ada peristiwa mini yang tidak berarti, selalu ada arti, .mini akan selalu menjadi maxi jika tidak ada introspeksi diri.

Tagged: , , ,

§ 6 Responses to Mini Berarti Maksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mini Berarti Maksi at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: