Untukmu Para Pejuang

Oktober 6, 2009 § Tinggalkan komentar

Semoga semua amanah yang ada tidak melemahkanku. Amanah ini semoga semakin mendewasakanku, menempaku dalam sebuah kawah candradimuka yang akan mampu membuatku kebal dari tajamnya pandangan sinis yang dapat melemahkan, merendahkan dan menjatuhkan. Yang mampu membuatku teguh di saat yang lain runtuh. Yang sanggup tetap membuatku tegak berdiri ketika yang lain justru berlari. Yang menemukanku dengan sahabat seperjuangan yang memilik satu visi, satu mimpi, satu aksi dan satu hati.. meminjam istilah Anis Matta bahwa inilah yang dinamakan cinta misi. Cinta yang mampu menembus dimensi ruang dan waktu. Cinta yang tidak berkata-kata tentang sebuah utopia. Cinta yang jauh melebihi sebuah wacana dan retorika. Cinta yang menyembuhkan, cinta yang menyejukkan, cinta yang menumbuhkan, cinta yang meneduhkan. Cinta yang lebih terang dari indahnya matahari pagi yang menumbuhkan kehidupan. Cinta yang lebih menyegarkan daripada guyuran air hujan yang sentiasa menyejukkan, memanjakan dan mengajarkan makna sebenarnya dari mencintai.

Boleh jadi di malam ini aku bermimpi tentang sebuah perubahan besar yang akan terjadi pada jurusanku. Perubahan yang akan membuatku diam seribu bahasa, menahan bibirku untuk berkata-kata. Di saat itu aku akan melihat bagaimana  lautan jilbab membanjiri ruangan kelasku yang berdiri di sekitarnya para pemuda yang mereka mencintai Allah dan Allah pun mencintai mereka. Pemuda-pemuda yang sentiasa memelihara izzahnya. Yang memlihara janggutnya demi sebuah harga diri untuk mempertahankan sunnah nabi yang telah berjuang untuk itu dengan taruhan nyawa demi tegaknya Islam di dunia.

Boleh jadi aku bermimpi malam ini ketika aku akan menyaksikan bagaimana lingkaran-ligkaran kebaikan akan berada dalam setiap koridor ruangan yang aku lewati, menembus kehampaan yang selama ini mengungkung serta memenjarakakan kebebasan berilmu. Lisannya penuh dengan kebijakan, canda tawa nya dihiasi senyum ketulusan dan tingkah lakunya diiringi dengan keteladanan. Hingga indera ini tidak lagi mampu mendengarkan ghibah, dusta hingga cerca. Yang terdengar hanyalah sayup-sayup takbir, tahmid dan senantiasa terdengar mengalun merdu menyentuh setiap kalbu menghasilkan sebuah simfoni keindahan yang lahir dari lisan-lisan penuh ketakwaan.

Ku ingin kembali bermimpi, bermimpi memandangi cerahnya pagi yang dihiasi oleh taujih robbani. Yah, engkau memberiku pertanda dan meyakinkanku bahwa pendidik kitalah yang melantunkan indahnya kalam illahi, dihiasi dengan sedikit taujih. Setiap orang yang kutemui menjadikan senyum sebagai penghias bibir yang senantiasa menemani, sopan tutur katanya, santun gaya berbicaranya dan salam menjadi penyambut setiap ucapannya.

Malam ini, aku ingin kembali bermimpi. Bermimpi melihatmu saudaraku, melihat indahnya senyuman tulus yang meluncur dari derasnya iman dan taqwa. Senyum yang menghilangkan segala penat dan lelah, senyum yang membangunkanku bahwa tidak ada istirahat hingga kita menginjakkan kaki di jannahnya, senyum yang menyadarkanku bahwa kerja dakwah ini tidaklah mudah. ada duri di setiap jengkal jalannya, sedikit orangnya dan berat amanahnya.

Lantas, apakah semuanya hanya mimpi?? Tidak saudaraku, panji2 kemenangan akan segera kita raih, banyak hal besar berawal dari mimpi yang besar. Ini sebuah visi pribadi yang mengharapkan tegakknya Islam secara komprehensif, bukan sebagaian-sebagian. Ini adalah sebuah cita-cita yang menginginkan lahirnya fikroh-fikroh islam di jurusan kita tercinta. Bukankah cita-cita adalah mimpi yang bertanggal?? Untuk itu marilah kita bersama-sama berjuang untuk sebuah mimpi, sebuah misi, sebuah visi demi tegaknya dakwah di jurusan kita. Semoga kita menjadi orang-orang yang terus berjuang yang melanjutkan perjuangan para nabi. Kita adalah dai sebelum segala sesuatunya semoga kalimat ini menyadarkan kita akan peran yang tidak bisa kita lepaskan dari kehidupan kita. Semoga dengan demikian kita mendapatkan semua hal yang lebih baik daripada apa yang terdapat di langit dan di bumi..

Hamasah saudaraku!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Untukmu Para Pejuang at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: