Asa Usai Gempa

Oktober 3, 2009 § Tinggalkan komentar

Menyaksikan gempa yang terjadi di padang dan sekitarnya membuat saya terenyuh dan terus-terusan tersadar bahwa betapa Allah memang Maha Berkehendak. Melihat rekaman video yang diputar berulang-ulang di beberapa stasiun televisi mengingatkan saya pada salah satu surat di dalam Al-Quran. Bagaimana jika bumi ini digoncang dengan goncangan yang dahsyat. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya.dan manusia bertanya, “apa yang terjadi pada bumi ini”?. Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya. Karena sesungguhnya Tuhanmu yang memerintahkan padanya,. Yah, itulah penggalan dari surat Al-zilzal yang menggambarkan bagaimana dahsyatnya peristiwa yang menceritakan keadaan yang mirip dengan apa yang terjadi pada Rabu, 30 Oktober 2009.

Sungguh dahsyat kejadian gempa tersebut membuat semua orang lupa akan harta, tahta, dan keluarga. Terdengar takbir dari setiap orang yang berlarian mencoba menyelamatkan diri, tidak sedikit yang beristigfar. Hal ini membuatku semakin menyadari dan semakin melihat jelas apakah ini yang dinamakan dengan kiamat sughra atau kiamat kecil? Lalu, jika gempa dengan kekuatan 7,6 skala richter mampu membuat kalang kabut semua manusia, berlarian, berhamburan menyelamatkan diri, bagaimana nanti dengan kiamat yang sesungguhnya. Kejadian yang maha dahsyat, bagaimana bumi dibolak-balikkan, keadaan yang sungguh tidak bisa kita perkirakan. Biarkan Allah yang menjelaskan kejadian tersbut dalam surat Al Qariah. Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang berterbangan. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Atau dalam surat lainnya Allah menceritakan. Kapankah hari kiamat itu? Maka apabila mata terbelalak. Dan bulan pun telah hilang cahayanya. Lalu matahari dan bulan dikumpulkan. Pada hari itu manusia berkata, ke mana tempat berlari? Tidak,tidak ada tempat berlindung. Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu. Astagfirullahal adzim.

Jika kita menyadari bahwa terdapat sebuah hari yang jauh lebih dahsyat daripada apa yang terjadi pada gempa di ranah minang maka kita tidak akan pernah berharap untuk dipertemukan dengannya. Sebuah kejadian yang besar berawal dari kejadian-kejadian kecil yang terjadi secara berkelanjutan. Lantas, bencana yang terus-terusan terjadi mungkinkah sebuah rentetan peristiwa yang tidak hanya sekedar sebuah fenomena alam biasa. Mungkinkah terdapat keteraturan di sana? Setelah banjir menghantam Filipina dan sekarang gempa yang dahsyat meluluhlantakkan sumatera barat, akankan terdapat sebuah pola sistemik dari fenomena alam yang kembali akan terjadi? Atau mungkin ini adalah sebuah peringatan bahwa kejadian-kejadian ini merupakan awalan dari kejadian yang lebih besar dan lebih dahsyat lagi? Atau mungkin alam mulai enggan bersahabat dengan kita laksana dentingan lagu Ebiet G.ade? wallahu ‘Alam. Hanya Allah yang menyimpan segenap peristiwa. Agar kita semakin sadar dan tawakkal terhadap takdirnya. Agar kita selalu bersiap dan mawas diri akan segenap peristiwa yang terjadi. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang yang sabar yang selalu berhusnudzan pada segenap peristiwa yang terjadi karena pasti ada hikmah di dalamnya, terdapat pahala bagi mereka yang ikhlas. Dan semoga Allah memasukkan para korban gempa ke dalam Jannahnya. Amin

La Tahof wa La TahZaN, InNaLLaHa Ma’AnA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Asa Usai Gempa at I Think, I Read, I Write.

meta

%d blogger menyukai ini: